Daerah

2,4 Juta Wisatawan hingga Juli, Pemkot Malang Kejar Target 3 Juta

1
×

2,4 Juta Wisatawan hingga Juli, Pemkot Malang Kejar Target 3 Juta

Share this article
Kepala Disporapar Kota Malang Arif Tri Sastyawan menyerahkan dokumen kepada penerima dalam kegiatan Pelatihan DaFotografi/Videografis Batch 1 di Hall A, Mini Block Office (MBO) Lantai 4, Rabu (16/9/2026). (Foto: Istimewa)

MALANG, Sudutkota.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mencatat sekitar 2,4 juta kunjungan wisatawan hingga Juli 2026. Angka tersebut menjadi bagian dari upaya mencapai target 3 juta kunjungan wisatawan hingga akhir tahun.

Dengan capaian tersebut, masih terdapat sekitar 600 ribu kunjungan yang menjadi target Pemkot Malang hingga akhir 2026.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pengembangan sektor pariwisata membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah. Pelaku usaha, masyarakat, hotel, pusat perbelanjaan, tokoh agama dan media dinilai memiliki peran dalam pengembangan pariwisata Kota Malang.

Menurut Wahyu, seluruh pihak perlu memiliki visi dan misi yang sama dalam meningkatkan daya tarik Kota Malang sebagai tujuan wisata.

“Pariwisata ini apabila tidak kita bicarakan bersama, tentu kekuatannya tidak maksimal. Kita harus satu misi dan satu visi untuk mendatangkan wisatawan atau orang-orang yang datang menikmati pariwisata di Kota Malang,” ujar Wahyu.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Pemkot Malang adalah periode kunjungan wisatawan yang cenderung rendah atau low season, terutama pada Januari, Februari dan Maret.

Wahyu mendorong adanya program bersama antara hotel dan pusat perbelanjaan, seperti pemberian promo dan diskon, untuk menarik kunjungan pada periode tersebut.

Menurut dia, wisatawan yang datang ke Kota Malang diharapkan tidak hanya menginap dan mengunjungi destinasi, tetapi juga melakukan aktivitas belanja dan menggunakan jasa yang tersedia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Arif Tri Sastyawan mengatakan, capaian sekitar 2,4 juta wisatawan hingga Juli menjadi salah satu dasar untuk mengejar target 3 juta kunjungan wisatawan pada akhir tahun.

Hal tersebut disampaikan Arif dalam kegiatan Pelatihan DaFotografi/Videografis Batch 1 di Hall A, Mini Block Office (MBO) Lantai 4, Rabu (16/9/2026).

Arif mengatakan, diperlukan sejumlah kegiatan untuk menarik tambahan kunjungan wisatawan, termasuk sport tourism dan berbagai kegiatan kepariwisataan yang diselenggarakan pemerintah maupun pihak swasta.

“Kami mengharapkan ke depan ada beberapa kegiatan, baik sport tourism maupun kegiatan kepariwisataan yang dilakukan pihak daerah, swasta dan sebagainya, yang hadir di Kota Malang sehingga menarik wisatawan,” ujar Arif.

Pemkot Malang juga mengajak asosiasi dan pelaku usaha, termasuk sektor hotel dan restoran, untuk menyusun agenda kegiatan pariwisata. Sejumlah event berskala nasional hingga internasional diharapkan dapat menjadi bagian dari agenda kunjungan wisatawan.

Selain jumlah kunjungan, Disporapar juga mencermati lama tinggal atau length of stay wisatawan di Kota Malang.

Arif menyebut, lama tinggal wisatawan pada 2025 berada di kisaran 1,5 hari. Sementara pada 2026, angkanya berada di kisaran 1,3 hari.

Pemkot Malang kemudian menargetkan lama tinggal wisatawan dapat meningkat hingga minimal dua hari.

“Kami ingin di tahun 2026 ini lama tinggal wisatawan yang ada di Kota Malang minimal di angka dua,” tegasnya.

Untuk mendukung target tersebut, Disporapar menyiapkan konsep promosi berbasis video bertajuk “48 Hours in Malang City”. Konsep tersebut akan menampilkan berbagai pilihan aktivitas yang dapat dilakukan wisatawan selama berada di Kota Malang.

Materi promosi itu antara lain mencakup hotel, kuliner, kampung tematik, tempat bersejarah dan lokasi olahraga.

“Video ini nanti selama 48 jam yang kami beri nama ‘48 Hours in Malang City’, berisi hotel mana saja, kuliner mana saja, kampung tematik mana saja dan tempat-tempat bersejarah di Kota Malang,” jelas Arif.

Selain promosi digital, Disporapar juga menyusun kalender event yang lebih terintegrasi. Berbagai kegiatan masyarakat akan didata dan dipetakan sebagai bagian dari potensi pariwisata Kota Malang.

Kegiatan tersebut meliputi event tingkat RW, kelurahan dan kecamatan, olahraga, kesenian tradisional hingga aktivitas di pasar tradisional.

Arif mengatakan, sejumlah kegiatan masyarakat memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik wisata Kota Malang.

“Menjelang bulan Agustus banyak kampung-kampung, RW dan kelurahan yang benar-benar menggelar kegiatan. Termasuk pasar-pasar tradisional yang bisa menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Malang,” katanya.

Pendataan tersebut akan diarahkan menjadi kalender wisata yang dapat diketahui wisatawan sebelum melakukan perjalanan. Dengan demikian, agenda kegiatan dapat menjadi salah satu informasi bagi wisatawan dalam merencanakan kunjungan ke Kota Malang.

Disporapar juga mendorong hotel untuk menyampaikan laporan tingkat hunian kamar secara rutin. Dari sekitar 65 hotel di Kota Malang, pemerintah berharap data okupansi dapat diterima setiap bulan.

Data tingkat hunian tersebut akan digunakan sebagai salah satu bahan untuk memantau perkembangan sektor pariwisata dan menyusun strategi promosi.

Selain itu, Pemkot Malang menyiapkan program Face Malang Visitor yang diarahkan untuk membantu wisatawan, termasuk rombongan, memperoleh akses perjalanan wisata di Kota Malang.

Dalam konsep yang disiapkan, pemerintah menyediakan armada tertentu untuk mendukung layanan tersebut tanpa pungutan biaya.

Berbagai program tersebut disiapkan Pemkot Malang untuk mendukung target 3 juta kunjungan wisatawan hingga akhir 2026. Strateginya mencakup penguatan event, promosi digital, kolaborasi dengan pelaku usaha, penyusunan kalender wisata, peningkatan lama tinggal serta pengembangan layanan bagi wisatawan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *