Daerah

Pelantikan Pengurus DPC PA GMNI Kabupaten Malang, Nasib Kaum Marhaen Jadi Sorotan

7
×

Pelantikan Pengurus DPC PA GMNI Kabupaten Malang, Nasib Kaum Marhaen Jadi Sorotan

Share this article
Pelantikan Pengurus DPC PA GMNI Kabupaten Malang, Nasib Kaum Marhaen Jadi Sorotan
Pengucapan sumpah pengurus DPC PA GMNI Kabupaten Malang.(Sudutkota.id/Pungky SW)

KABUPATEN MALANG, Sudutkota.id – Persoalan masyarakat lapisan bawah menjadi perhatian utama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kabupaten Malang.

Mulai dari ancaman alih fungsi lahan pertanian hingga berbagai persoalan yang dihadapi pelaku UMKM dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius.

Isu tersebut mengemuka dalam pelantikan pengurus DPC PA GMNI Kabupaten Malang periode 2026-2031 di Hotel Mirabel, Kecamatan Kepanjen, Rabu (15/9/2026).

Mengusung tema “Meneguhkan Trisakti, Mengabdi untuk Marhaen”, pelantikan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi organisasi alumni GMNI untuk menegaskan arah pengabdiannya di tengah berbagai persoalan sosial dan ekonomi di Kabupaten Malang.

Ketua DPC PA GMNI Kabupaten Malang, Dr. Tantri Bararoh, S.E., M.Ak., mengatakan nilai nasionalisme seharusnya tidak berhenti pada slogan maupun seremoni organisasi. Menurutnya, nasionalisme harus diterjemahkan menjadi tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita bicara tentang nasionalisme, tidak sekadar kita ucapkan. Nasionalisme harus ada dalam diri kita dan kita amalkan,” kata Tantri.

Tantri menilai salah satu persoalan yang perlu dikawal adalah keberlangsungan sektor pertanian. Alih fungsi lahan menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor tersebut.

Menurut dia, pembangunan daerah perlu tetap memperhatikan kepentingan masyarakat yang berada pada sektor-sektor ekonomi rakyat.

“Permasalahan di Kabupaten Malang banyak yang harus diangkat, terutama kaum marhaen,” ujarnya.

Istilah marhaen dalam konteks tersebut merujuk pada kelompok masyarakat yang bekerja dan menggantungkan penghidupan dari sumber daya ekonomi yang mereka miliki, termasuk masyarakat pertanian dan pelaku usaha kecil.

Selain persoalan lahan, PA GMNI Kabupaten Malang juga menyoroti kondisi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masih menghadapi beragam tantangan.

Tantri menilai persoalan masyarakat tidak bisa diselesaikan hanya melalui satu kelompok atau organisasi. Karena itu, alumni GMNI diharapkan dapat mengambil peran sesuai kapasitas dan profesi masing-masing.

“Sebagian alumni GMNI harus bekerja sesuai profesi masing-masing,” tegasnya.

Bagi Tantri, pengabdian alumni GMNI tidak semestinya hanya berlangsung di lingkungan internal organisasi. Keberadaan alumni juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mencari solusi atas persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Ia menilai berbagai keluhan mengenai kondisi Indonesia harus direspons melalui kerja nyata, bukan sebatas pernyataan.

“Kalau ada yang bilang Indonesia sedang tidak baik-baik saja, ya itu tugas kita untuk menyelesaikan,” katanya.

Pelantikan pengurus DPC PA GMNI Kabupaten Malang periode 2026-2031 akhirnya tidak hanya menjadi agenda pengukuhan kepengurusan baru.

Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda arah pengabdian organisasi, terutama dalam mengawal kepentingan masyarakat kecil di tengah perubahan sosial dan ekonomi daerah.

Persoalan pertanian, alih fungsi lahan, hingga keberlangsungan UMKM menjadi sejumlah isu yang disebut perlu mendapatkan perhatian. PA GMNI Kabupaten Malang pun mendorong agar semangat nasionalisme diwujudkan melalui keterlibatan nyata para alumni di tengah masyarakat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *