Nasional

UMKM Nunukan Tak Cukup Disokong Modal, Larasati Soroti Daya Saing dan Fondasi Usaha

11
×

UMKM Nunukan Tak Cukup Disokong Modal, Larasati Soroti Daya Saing dan Fondasi Usaha

Share this article
UMKM Nunukan Tak Cukup Disokong Modal, Larasati Soroti Daya Saing dan Fondasi Usaha
Anggota DPD/MPR RI, Larasati Moriska saat menyampaikan pandangan dalam sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama pelaku UMKM di Gedung Serbaguna Nurani Bintang Muda, Kampung Baru, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.(Sudutkota.id/Staff)

JAKARTA, Sudutkota.id – Menjalankan usaha di wilayah perbatasan bukan sekadar soal menghasilkan produk dan mengejar keuntungan. Pelaku usaha juga berhadapan dengan persoalan kualitas, akses pasar, pemanfaatan teknologi, hingga persaingan yang semakin terbuka. Karena itu, penguatan UMKM tidak cukup hanya berbicara soal modal.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Anggota DPD/MPR RI Larasati Moriska saat bertemu dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (2/10/2026). Pertemuan berlangsung dalam sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Serbaguna Nurani Bintang Muda, Kampung Baru, Kecamatan Nunukan Selatan.

Larasati menilai pengembangan UMKM juga membutuhkan fondasi nilai agar pelaku usaha mampu menjaga keberlanjutan usaha di tengah perubahan ekonomi. Nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika dinilai dapat diterapkan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

“Pengembangan UMKM bukan hanya persoalan modal dan pemasaran. Ada nilai-nilai yang harus menjadi fondasi, seperti kejujuran, tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian terhadap masyarakat,” kata Larasati.

Di sisi lain, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara Tamara Moriska, SH, MH, yang menjadi narasumber, menyoroti persoalan daya saing. Perkembangan teknologi membuka peluang memperluas pasar, tetapi sekaligus membuat persaingan semakin ketat. Kondisi itu menuntut pelaku UMKM tidak berhenti pada kemampuan memproduksi dan menjual.

“Pelaku UMKM jangan berhenti pada produksi dan penjualan. Kualitas produk harus terus ditingkatkan, pemasaran diperluas, dan teknologi dimanfaatkan supaya usaha kita mampu bersaing,” ujar Tamara.

Tantangan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan UMKM Nunukan tidak berhenti pada tambahan modal. Pengetahuan, akses pasar, pemanfaatan teknologi, dan kemampuan membaca perubahan perilaku konsumen juga menjadi bagian dari penguatan usaha agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Tamara juga menilai pertumbuhan UMKM memiliki dampak lebih luas terhadap masyarakat karena berkaitan dengan lapangan kerja dan perputaran ekonomi di lingkungan sekitar. Karena itu, aktivitas kewirausahaan perlu berjalan bersama nilai sosial yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Semangat kewirausahaan harus berjalan bersama dengan gotong royong, kejujuran dan tanggung jawab. Ini bagian dari bagaimana nilai Pancasila kita terapkan dalam kehidupan ekonomi,” katanya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *