DaerahSeni dan Budaya

Tiga Putra-Putri Terbaik Kota Malang Siap Berlaga di Duta Kebudayaan Jatim, Wahyu Hidayat Minta Dukungan Warga

9
×

Tiga Putra-Putri Terbaik Kota Malang Siap Berlaga di Duta Kebudayaan Jatim, Wahyu Hidayat Minta Dukungan Warga

Share this article
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memberikan arahan dan motivasi kepada tiga perwakilan Kota Malang dalam ajang Duta Kebudayaan Jawa Timur 2026, yakni Edmund Keano Xaviero, Shasi Kirana, dan M. Deksa Putra Pratama, saat audiensi di Balai Kota Malang, Kamis (4/6). (Foto: Dok. Pemkot Malang)

Sudutkota.id – Kota Malang kembali menorehkan kebanggaan melalui kiprah generasi mudanya. Tiga putra-putri terbaik Kota Malang, yakni Edmund Keano Xaviero, Shasi Kirana, dan M. Deksa Putra Pratama, resmi maju sebagai perwakilan dalam ajang Duta Kebudayaan Jawa Timur 2026. Menjelang kompetisi tingkat provinsi tersebut, ketiganya mendapat dukungan dan motivasi langsung dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat audiensi di Balai Kota Malang, Kamis (4/6).

Dalam pertemuan itu, Wahyu Hidayat menegaskan bahwa kehadiran para peserta bukan sekadar mengikuti ajang kompetisi, melainkan membawa misi besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kota Malang sekaligus menunjukkan kualitas generasi muda yang dimiliki daerah ini.

Menurutnya, para peserta merupakan representasi wajah Kota Malang yang kreatif, berkarakter, berprestasi, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya di tengah derasnya arus modernisasi.

“Anak-anak muda ini adalah aset Kota Malang. Mereka membawa nama baik daerah sekaligus menjadi duta yang akan mengenalkan budaya, tradisi, dan potensi Kota Malang kepada masyarakat Jawa Timur. Karena itu, saya mengajak seluruh warga untuk memberikan dukungan dan doa terbaik,” ujar Wahyu Hidayat.

Wali Kota menilai ajang Duta Kebudayaan Jawa Timur memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga warisan budaya. Tidak hanya menjadi ajang pencarian bakat, kompetisi tersebut juga menjadi ruang bagi anak muda untuk menunjukkan gagasan, kreativitas, dan kontribusi nyata dalam pelestarian budaya daerah.

Wahyu menambahkan, Kota Malang selama ini dikenal sebagai daerah yang kaya akan potensi seni, budaya, sejarah, dan kreativitas masyarakatnya. Potensi tersebut harus terus diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas melalui peran generasi muda yang memiliki semangat inovatif dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Kita ingin budaya tidak hanya dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi menjadi bagian dari kehidupan generasi sekarang dan masa depan. Melalui para duta budaya ini, nilai-nilai budaya lokal dapat terus hidup dan dikenal lebih luas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga memberikan motivasi kepada Edmund Keano Xaviero, Shasi Kirana, dan M. Deksa Putra Pratama agar tampil percaya diri, menjaga kekompakan, serta mampu menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan penilaian.

Ia optimistis ketiga peserta tersebut mampu bersaing dengan perwakilan dari kabupaten dan kota lain di Jawa Timur. Selain memiliki kemampuan dan wawasan kebudayaan yang baik, mereka juga dinilai membawa semangat generasi muda Kota Malang yang dikenal kreatif dan inovatif.

Pemerintah Kota Malang, lanjut Wahyu, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program yang mendorong pelestarian budaya sekaligus pengembangan potensi generasi muda. Langkah tersebut sejalan dengan visi Kota Malang sebagai kota yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Sementara itu, keikutsertaan tiga perwakilan Kota Malang dalam ajang Duta Kebudayaan Jawa Timur 2026 diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk lebih mencintai budaya daerah dan aktif berkontribusi dalam menjaga warisan leluhur.

Melalui semangat Mbois Berkelas, Pemerintah Kota Malang mengajak seluruh masyarakat untuk turut memberikan dukungan dan doa kepada Edmund Keano Xaviero, Shasi Kirana, dan M. Deksa Putra Pratama agar mampu meraih prestasi terbaik serta mengharumkan nama Kota Malang di tingkat Jawa Timur.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *