Daerah

Tak Ingin Petani Jalan di Tempat, Pemkot Malang Suntik Saprodi dan Teknologi

42
×

Tak Ingin Petani Jalan di Tempat, Pemkot Malang Suntik Saprodi dan Teknologi

Share this article
Tak Ingin Petani Jalan di Tempat, Pemkot Malang Suntik Saprodi dan Teknologi
Kepala Dispangtan Kota Malang, Drs. Slamet Husnan Hariyadi, bersama Wali Kota Malang, jajaran Polresta Malang Kota, Kejaksaan Negeri Kota Malang, serta kelompok tani Sido Makmur 1 usai penyerahan bantuan sarana produksi (saprodi) di Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.idPemerintah Kota (Pemkot) Malang terus menggenjot penguatan sektor pertanian agar tidak stagnan di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan), bantuan sarana produksi (saprodi) hingga alat dan mesin pertanian (alsintan) mulai digelontorkan langsung ke kelompok tani, Kamis (16/4/2026).

Penyaluran bantuan tersebut dipusatkan di Kelompok Tani Sido Makmur 1, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, yang juga menjadi lokasi kegiatan panen cabai bersama jajaran pemerintah daerah.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Drs. Slamet Husnan Hariyadi, menegaskan bahwa bantuan yang diberikan dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata petani di lapangan.

“Yang kita berikan itu lengkap, mulai dari benih, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian. Ada cultivator untuk pengolahan tanah, alat penanam jagung, dan peralatan pendukung lainnya,” ujarnya.

Secara rinci, bantuan saprodi yang disalurkan meliputi, Cultivator sebanyak 4 unit Hammer mill sebanyak 4 unit Corn planter (alat tanam jagung) sebanyak 1 unit Handsprayer elektrik sebanyak 40 unit Benih padi sebanyak 10.000 kilogram Benih jagung sebanyak 49 kilogram Jaring burung sebanyak 658 rol.

Menurut Slamet, bantuan ini bukan hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga menekan biaya operasional petani sekaligus mempercepat proses kerja di lapangan.

“Kalau sebelumnya serba manual, sekarang kita dorong mekanisasi. Dengan alat seperti cultivator, pengolahan tanah lebih ringan. Alat tanam juga membuat pekerjaan lebih cepat dan hasilnya lebih rapi,” jelasnya.

Bantuan saprodi ini tidak hanya diberikan kepada satu kelompok, melainkan menyasar total 12 kelompok tani di Kota Malang yang dinilai aktif dan memiliki potensi produksi untuk terus dikembangkan.

Ia menegaskan, penguatan dari sisi hulu menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Dengan produksi yang terjaga, pasokan di pasar bisa lebih stabil dan tidak mudah memicu lonjakan harga.

“Tujuannya agar usaha tani tetap berjalan. Meskipun kita kota, tapi kita masih punya potensi pertanian yang harus dijaga dan dikembangkan,” tegasnya.

Selain meningkatkan produktivitas, bantuan ini diharapkan mampu membuat petani lebih mandiri dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pola lama yang kurang efisien.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi Pemkot Malang dalam mengendalikan inflasi daerah, terutama dari sektor pangan yang selama ini kerap menjadi pemicu kenaikan harga.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *