Sudutkota.id – Di balik ramainya aktivitas Pasar Burung Splendid yang menjadi salah satu ikon Kota Malang, berdiri sebuah sekolah yang menyimpan sejarah panjang perkembangan pendidikan di kota ini. Tak banyak masyarakat mengetahui bahwa Sekolah Dasar Kristen (SDK) Brawijaya 1 Malang merupakan salah satu sekolah dasar aktif tertua di Kota Malang yang hingga kini masih menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, Minggu (19/7).
Berlokasi di Jalan Brawijaya Nomor 1, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang, sekolah ini diperkirakan telah berdiri sejak sekitar tahun 1924 pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Usianya yang mendekati satu abad menjadikan SDK Brawijaya 1 sebagai salah satu warisan sejarah pendidikan yang masih bertahan dan terus berfungsi hingga sekarang.
Pada masa kolonial Belanda, kawasan ini dikenal dengan nama Maetsuyckerstraat. Di sekitarnya terdapat Pasar Senggol Splendid, yang kemudian berkembang menjadi Pasar Burung Splendid, pusat perdagangan burung hias yang kini menjadi salah satu destinasi wisata Kota Malang. Letaknya di tepian Sungai Brantas menjadikan kawasan tersebut sejak dahulu sebagai pusat aktivitas ekonomi sekaligus pendidikan.
Awalnya, sekolah ini bernama Christelijk School, yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat pada masa kolonial. Bangunan bergaya arsitektur Belanda tersebut kemudian pernah difungsikan sebagai Sekolah Kepandaian Putri (SKP) sebelum akhirnya, sekitar tahun 1950, dialihkan pengelolaannya kepada Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) dan resmi menggunakan nama SDK Brawijaya 1 Malang. Sejak saat itu, sekolah ini terus beroperasi tanpa pernah menghentikan kegiatan belajar mengajar.
Salah satu keistimewaan SDK Brawijaya 1 adalah keaslian bangunannya yang tetap terjaga. Pilar-pilar kokoh, jendela berukuran besar, tata ruang, hingga fasad bangunan masih mempertahankan karakter arsitektur kolonial Belanda. Selama puluhan tahun, perubahan yang dilakukan hanya sebatas penggantian material atap demi menjaga keamanan bangunan, sementara struktur utama tetap dipertahankan.
Kepala SDK Brawijaya 1 Malang, Eva Tulak Pongtiku, mengatakan bangunan sekolah tersebut telah lama diusulkan sebagai Bangunan Cagar Budaya karena memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang tinggi.
“Sejak 2015 kami mengajukan sekolah ini sebagai Bangunan Cagar Budaya. Tim dari Dinas Kebudayaan maupun peneliti sudah beberapa kali melakukan observasi dan menyatakan bangunan ini memenuhi kriteria. Kami berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap pelestarian bangunan bersejarah ini,” ujar Eva.
Menurutnya, selain menjaga kelestarian bangunan, pemerintah juga diharapkan memperhatikan akses menuju sekolah yang saat ini berada di kawasan Pasar Burung Splendid agar lebih mudah dijangkau masyarakat maupun wisatawan.
“Kami berharap ada perhatian terhadap pemeliharaan bangunan dan akses menuju sekolah. Karena lokasi kami berada di belakang kawasan pasar burung, sehingga perlu penataan agar keberadaan bangunan bersejarah ini semakin dikenal masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, Isa Wahyudi, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa proses penetapan objek cagar budaya saat itu masih melalui tahapan kajian.
“Semua Objek Diduga Cagar Budaya masih dalam proses kajian. Setelah kajian selesai akan diajukan untuk penetapan melalui Surat Keputusan,” katanya.
Proses tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada Mei 2022, Pemerintah Kota Malang resmi menetapkan Gedung SDK Brawijaya 1 sebagai Bangunan Cagar Budaya. Penetapan tersebut menjadi pengakuan atas nilai sejarah, arsitektur, dan peran penting sekolah ini dalam perjalanan pendidikan di Kota Malang.
Hingga kini, SDK Brawijaya 1 tidak hanya menjadi tempat belajar bagi generasi muda, tetapi juga menjadi saksi perjalanan Kota Malang sejak masa kolonial, era kemerdekaan, hingga berkembang menjadi salah satu kota pendidikan terkemuka di Indonesia.
Di tengah pesatnya pembangunan kota dan menjamurnya bangunan modern, SDK Brawijaya 1 tetap berdiri kokoh di samping Pasar Burung Splendid.




















