DaerahPendidikan

Disdikbud Jombang Kebut Rehabilitasi 25 Sekolah, Ditarget Rampung Agustus 2026

11
×

Disdikbud Jombang Kebut Rehabilitasi 25 Sekolah, Ditarget Rampung Agustus 2026

Share this article
Bangunan gedung sekolah negeri yang mendapat rehab.(Foto: Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

Sudutkota.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Jawa Timur terus mempercepat rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan di 25 sekolah negeri pada 2026.

Terdiri dari enam sekolah menengah pertama negeri (SMPN) dan 19 sekolah dasar negeri (SDN), seluruh proyek ditargetkan selesai paling lambat Agustus 2026 agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Total anggaran rehabilitasi sekolah di Jombang mencapai sekitar Rp 2,92 miliar. Rinciannya, Rp 1,122 miliar untuk enam SMPN yang bersumber dari APBD 2026 dan sekitar Rp 1,8 miliar untuk 19 SDN yang berasal dari APBD serta dana pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Jombang.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono, mengatakan seluruh pekerjaan mulai dilaksanakan sejak Juni dan ditargetkan tuntas pada Agustus mendatang.

“Seluruh pekerjaan dimulai Juni, kami targetkan selesai paling lambat Agustus sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar terlalu lama,” ujarnya, Senin (13/7/2026).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa, program rehabilitasi SMP meliputi rehabilitasi ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di SMPN 1 Jombang senilai Rp 32 juta serta rehabilitasi laboratorium SMPN 2 Ploso dengan anggaran Rp 150 juta.

Selain itu, Disdikbud membangun ruang kelas baru di SMPN 4 Jombang dan SMPN 1 Diwek dengan anggaran masing-masing Rp 198 juta. “Rehabilitasi ruang guru dan ruang kepala sekolah juga dilakukan di SMPN 2 Jogoroto dan SMPN 2 Sumobito dengan anggaran masing-masing Rp 272 juta,” ucapnya.

Menurut Eko, seluruh paket pekerjaan dikerjakan penyedia jasa berbeda melalui mekanisme pengadaan langsung karena nilai proyek berada di bawah Rp 400 juta. “Seluruh proses pengadaan diumumkan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE),” katanya.

Durasi pekerjaan berkisar antara 60 hingga 90 hari, bergantung pada tingkat kesulitan pekerjaan. Beberapa paket rehabilitasi bahkan telah selesai dan kini memasuki tahap pemeriksaan sebelum serah terima.

Disdikbud juga menegaskan akan memberikan sanksi kepada kontraktor yang terlambat menyelesaikan pekerjaan. “Pekerjaan yang terlambat dikenakan denda satu per seribu per hari dari nilai kontrak. Semua sudah diatur dalam kontrak,” tegasnya.

Salah satu proyek yang sedang berlangsung berada di SMPN 2 Sumobito. Kepala SMPN 2 Sumobito, Bambang Djoko Soejono, mengatakan usulan rehabilitasi telah diajukan sejak 2023 dan baru terealisasi tahun ini.

Proyek senilai Rp 269.729.543 tersebut dikerjakan CV Randumas Multi Konstruksi sejak 29 Juni 2026.

Selama proses rehabilitasi, ruang guru dan ruang kepala sekolah dipindahkan sementara ke laboratorium IPA dan salah satu ruang kelas. Sementara kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan sistem pergantian kelas. “Dua kelas akan bergantian menggunakan ruang belajar sampai rehabilitasi selesai,” katanya.

Selain SMP, Disdikbud Jombang juga merehabilitasi 19 SD negeri. Sebanyak 14 proyek dibiayai APBD, sedangkan lima lainnya berasal dari dana Pokir DPRD Jombang.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Jombang, Rhendra Kusuma, menjelaskan pekerjaan dimulai sejak Juni dengan durasi 45 hingga 60 hari sesuai jenis pekerjaan.

“Rehabilitasi rata-rata dikerjakan selama 45 hari. Sedangkan pembangunan seperti ruang kelas atau toilet baru membutuhkan waktu hingga 60 hari,” ujarnya.

Pekerjaan meliputi pembangunan toilet, musala, rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan, gedung serbaguna, lapangan olahraga, pagar, gapura hingga fasilitas sanitasi di sejumlah SD negeri yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Jombang.

“Seluruh proyek APBD dilakukan melalui mekanisme pengadaan langsung yang diumumkan melalui LPSE sesuai ketentuan yang berlaku,” paparnya.

Rhendra menyebut enam proyek rehabilitasi telah selesai lebih cepat dari target, di antaranya di SDN Godong, SDN Ploso, SDN Sepanyul, SDN Mojokrapak 2, dan SDN Tampingmojo.

“Ada enam sekolah yang sudah selesai. Bahkan beberapa pembangunan toilet selesai kurang dari 30 hari,” pungkasnya.

Disdikbud berharap seluruh rehabilitasi sekolah di Jombang dapat selesai sesuai jadwal sehingga seluruh fasilitas pendidikan dapat dimanfaatkan secara optimal pada tahun ajaran baru.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *