Pendidikan

Apresiasi Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah, Lilik Hendarwati: Peran Ayah Kunci Bangun Generasi Tangguh

3
×

Apresiasi Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah, Lilik Hendarwati: Peran Ayah Kunci Bangun Generasi Tangguh

Share this article
Apresiasi Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah, Lilik Hendarwati: Peran Ayah Kunci Bangun Generasi Tangguh
Ketua fraksi PKS DPRD provinsi Jawa Timur, Lilik Hendarwati. (foto: sudutkota.id/ozy)

Sudutkota.id– Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Timur, Lilik Hendarwati, memberikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) yang menggelar Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah sebagai bagian dari pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Surabaya tersebut menilai gerakan itu memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar seremoni pembukaan tahun ajaran baru.

Menurutnya, kehadiran seorang ayah saat mengantar anak ke sekolah menjadi simbol nyata kepedulian dan keterlibatan dalam proses pendidikan sekaligus pengasuhan anak.

“Kami mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan dan DP3A-PPKB yang menggagas Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Program ini mungkin terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya membawa pesan yang sangat kuat tentang pentingnya keterlibatan ayah dalam kehidupan anak,” ujar Lilik, Senin (13/7/2026).

Lilik mengatakan gerakan tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, ketika fenomena fatherless atau minimnya peran ayah dalam pengasuhan anak menjadi perhatian di berbagai kalangan. Ia menyebut banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah berpengaruh positif terhadap perkembangan emosional, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, hingga prestasi akademik anak.

“Di tengah fenomena fatherless yang menjadi perhatian serius di Indonesia, kehadiran seorang ayah dalam momen penting kehidupan anak memiliki dampak besar terhadap tumbuh kembang, rasa percaya diri, serta kesehatan emosional anak,” katanya.

Menurut Lilik, mengantar anak ke sekolah tidak boleh dipandang sebagai rutinitas biasa. Lebih dari itu, tindakan sederhana tersebut mencerminkan kasih sayang, perhatian, dan komitmen seorang ayah untuk terlibat aktif dalam perjalanan pendidikan putra-putrinya.

“Mengantar anak ke sekolah bukan sekadar aktivitas mengantar. Itu adalah simbol kasih sayang, perhatian, dukungan, dan komitmen seorang ayah untuk terlibat dalam proses pendidikan anak. Dengan begitu, anak akan merasakan bahwa pendidikan mereka menjadi prioritas yang didukung oleh kedua orang tuanya,” jelasnya.

Meski mengapresiasi program tersebut, Lilik berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak tidak berhenti sebagai agenda seremonial yang hanya dilakukan pada hari pertama masuk sekolah.

Ia menginginkan gerakan itu berkembang menjadi budaya pengasuhan yang menempatkan ayah sebagai sosok yang aktif hadir dalam kehidupan anak.

“Saya berharap gerakan ini menjadi awal tumbuhnya budaya pengasuhan yang lebih seimbang. Ayah hadir bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendamping, pendidik, dan teladan bagi anak-anaknya,” tuturnya.

Lilik meyakini, penguatan peran ayah merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkokoh ketahanan keluarga. Karena itu, ia berharap langkah yang diinisiasi Pemerintah Kota Surabaya mampu menginspirasi keluarga-keluarga lain untuk membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak.

“Semoga ikhtiar baik ini dapat menginspirasi keluarga-keluarga di Surabaya untuk membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak, sehingga lahir generasi yang lebih tangguh, berkarakter, dan memiliki ketahanan keluarga yang kuat. Penguatan peran ayah merupakan investasi penting dalam membangun generasi masa depan sekaligus memperkuat ketahanan keluarga,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *