Sudutkota.id – Miris, sebanyak 60.000 lebih calon mahasiswa yang diterima melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) tidak melakukan daftar ulang.
Yang lebih memprihatinkan, Pemprov Jatim mengumumkan selama 7 tahun berturut-turut, siswanya berhasil mendapatkan tiket SNBP terbanyak di Indonesia.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Blegur Prijanggono mengakui pihaknya terkejut mendapatkan informasi tersebut, mengingat jalur SNBP merupakan impian setiap siswa yang ingin melanjutkan pendidikan di universitas negeri.
“Diterima di universitas negeri tanpa tes itu kan prestasi yang luar biasa. Semua tentu ingin mendapatkan kesempatan tersebut. Artinya, dia tidak perlu bersaing dengan jutaan calon mahasiswa yang lain dengan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK),” terang politisi partai Golkar tersebut, Senin (6/7/2026).
Yang menjadi perhatian, kenapa sebanyak itu calon mahasiswa yang sudah diterima di jalur SNBP justru tidak melakukan daftar ulang.
Yang lebih mengejutkan, Pemprov Jatim yang mengklaim siswanya terbanyak lolos ke jalur SNBP terbanyak se-Indonesia, tidak melaporkan adanya siswa-siswi tersebut melakukan daftar ulang atau tidak.
“Kalau Pemprov Jatim yang paling banyak mengantarkan siswanya lolos ke SNBP, berarti bisa diduga bahwa sebagian besar siswa yang ada di Jawa Timur juga tidak melakukan daftar ulang ke universitas negeri,” tukasnya.
Karena itu, Blegur meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan investigasi, apakah siswa-siswi yang sudah lolos melalui jalur SNBP ini melakukan daftar ulang atau tidak.
“Ini penting sekali. Jangan terlalu bangga selama 7 tahun berturut-turut siswa SMA dan SMK Jawa Timur berhasil lolos ke SNBP terbanyak di Indonesia, bagaimana kemudian? Apakah mereka benar-benar melakukan daftar ulang atau tidak?,” paparnya.
Pendidikan menjadi unsur paling penting untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di suatu negara. Terlebih Indonesia memiliki program Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang.
“Sebenarnya sudah bagus bahwa siswa di Jawa Timur menjadi nomor satu di Indonesia, terbukti siswanya bisa lolos ke jalur SNBP terbanyak di Indonesia. Tetapi selanjutnya harus dilakukan evaluasi. Bagaimana mereka harus melanjutkan pendidikannya, bagaimana biaya kuliahnya. Bagaimana Pemprov Jatim bisa mengawal agar para siswa yang berprestasi ini benar-benar bisa menikmati pendidikan yang mereka impikan,” pungkasnya.




















