Daerah

Percepat Pembangunan Madura, Karya Bakti TNI 2026 Target Bangun 33 Jembatan dan Renovasi 400 RTLH

13
×

Percepat Pembangunan Madura, Karya Bakti TNI 2026 Target Bangun 33 Jembatan dan Renovasi 400 RTLH

Share this article
Percepat Pembangunan Madura, Karya Bakti TNI 2026 Target Bangun 33 Jembatan dan Renovasi 400 RTLH
Upacara pembukaan Bakti TNI Angkatan Darat untuk Rakyat Tahun 2026 di Alun-Alun Bangkalan, Senin (6/7/2026).(foto:sudutkota.id/Humas Pemprov Jatim)

Sudutkota.idPemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kodam V/Brawijaya memulai percepatan pembangunan di Pulau Madura melalui pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar TNI Angkatan Darat Tahun 2026.

Program lintas sektor tersebut tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas hunian, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Pelaksanaan program ditandai dengan upacara pembukaan Bakti TNI Angkatan Darat untuk Rakyat Tahun 2026 di Alun-Alun Bangkalan, Senin (6/7/2026), yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin.

Pulau Madura dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar, namun masih membutuhkan percepatan pembangunan di sektor infrastruktur, permukiman, pelayanan dasar, dan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Khofifah mengatakan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, hingga relawan menjadi kunci mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan tersebut.

“Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama agar pembangunan berjalan lebih cepat, lebih merata, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Khofifah.

Melalui Karya Bakti Skala Besar TNI AD Tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 33 jembatan, 52 sumur bor, 20 rumah ibadah, 20 sekolah, empat panti asuhan, serta renovasi 400 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dilengkapi fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

Program tersebut juga diperkuat dengan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan berupa operasi katarak, operasi bibir sumbing, khitan massal, donor darah, pelayanan kesehatan gratis, bakti lingkungan, bantuan mesin irigasi, penanaman 2.000 pohon trembesi, hingga penyaluran kursi roda dan kaki palsu bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Khofifah, kombinasi pembangunan fisik dan pelayanan sosial diharapkan mampu menciptakan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Madura.

Salah satu program prioritas dalam Karya Bakti tahun ini adalah renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.

Kerja sama Pemprov Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya dalam program renovasi RTLH telah berlangsung sejak 2009. Hingga akhir 2025, kolaborasi tersebut telah menghasilkan renovasi sebanyak 154.399 unit rumah dengan total anggaran lebih dari Rp1,24 Triliun. Selain itu, sejak 2019 telah dibangun 2.062 unit jamban keluarga guna meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat.

Pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mengalokasikan renovasi 1.700 unit RTLH di 18 wilayah Kodim jajaran Kodam V/Brawijaya dengan total anggaran mencapai Rp42,5 Miliar.

Khusus di Pulau Madura, sebanyak 377 unit RTLH akan diperbaiki, terdiri atas 94 unit di Kabupaten Bangkalan, 94 unit di Kabupaten Sampang, 94 unit di Kabupaten Pamekasan, dan 95 unit di Kabupaten Sumenep.

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudi Saladin menegaskan Karya Bakti Skala Besar merupakan bentuk nyata komitmen TNI membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan sekaligus mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus memperkuat kolaborasi dengan TNI dalam menghadirkan program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan kehadiran TNI tidak hanya menjaga pertahanan negara, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang nyata,” ujar Rudi.

Selain membuka pelaksanaan Karya Bakti, Gubernur Khofifah dan Pangdam V/Brawijaya meninjau layanan bakti kesehatan yang menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah.

Keduanya juga mengunjungi Posko Karya Bakti serta stan UMKM sebelum melepas peserta karnaval yang diikuti pelajar, komunitas sepeda antik, dan kelompok musik ul-daul di kawasan Alun-Alun Bangkalan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *