Daerah

Tragedi Kecelakaan Beruntun di Jembatan Suramadu, Harisandi Savari Minta Pemerintah Evaluasi Aspek Keselamatan

17
×

Tragedi Kecelakaan Beruntun di Jembatan Suramadu, Harisandi Savari Minta Pemerintah Evaluasi Aspek Keselamatan

Share this article
Tragedi Kecelakaan Beruntun di Jembatan Suramadu, Harisandi Savari Minta Pemerintah Evaluasi Aspek Keselamatan
Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, R. Harisandi Savari.(foto:sudutkota.id/istimewa)

Sudutkota.id – Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan di jalur akses Jembatan Suramadu, tepatnya di kawasan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jumat (3/7/2026), mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, R. Harisandi Savari.

Legislator asal Daerah Pemilihan Madura itu mendesak pemerintah dan instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan di jalur strategis tersebut.

Harisandi menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menelan korban jiwa dan menyebabkan sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka.

“Kebetulan saya pas ada di sana, saat mau pulang dari Indrapura. Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Bagi para korban yang masih dirawat, semoga segera diberikan kesembuhan,” ujar Harisandi, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, kecelakaan di jalur akses Suramadu tidak boleh dipandang sebagai insiden biasa. Peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem keselamatan transportasi, terutama pada ruas jalan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik menuju pulau Madura.

“Jalur akses Suramadu merupakan pintu utama aktivitas masyarakat dan distribusi barang. Karena itu seluruh aspek keselamatan harus dipastikan berfungsi optimal, mulai kondisi jalan, rambu-rambu, marka, penerangan, hingga pengawasan terhadap kendaraan yang melintas,” katanya.

Sebagai anggota Komisi D DPRD Provinsi Jatim yang membidangi infrastruktur dan perhubungan, Harisandi meminta aparat kepolisian mengusut tuntas penyebab kecelakaan agar diketahui secara objektif apakah dipicu faktor manusia, kondisi kendaraan, atau infrastruktur jalan.

“Kalau ditemukan unsur kelalaian tentu harus diproses sesuai hukum. Namun yang lebih penting, hasil penyelidikan harus menjadi dasar perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegasnya.

Harisandi juga mendorong pemerintah provinsi Jawa Timur bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), dinas perhubungan, dan kepolisian segera melakukan road safety audit atau audit keselamatan jalan di sepanjang koridor akses Suramadu.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengidentifikasi titik-titik rawan kecelakaan sekaligus menutup berbagai potensi bahaya yang selama ini belum tertangani.

“Kita tidak boleh menunggu jatuhnya korban berikutnya baru bergerak. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan dan pengelolaan infrastruktur transportasi,” ujarnya.

Harisandi mengungkapkan, sesaat setelah kecelakaan dirinya turut memantau kondisi di lokasi. Dampak insiden tersebut tidak hanya menimbulkan korban, tetapi juga menyebabkan kemacetan panjang hingga lebih dari dua jam.

“Peristiwa ini menunjukkan bahwa satu kecelakaan di jalur strategis bisa berdampak luas terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Karena itu pembenahan harus dilakukan secara serius dan menyeluruh,” katanya.

Di akhir keterangannya, Harisandi mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, mengendalikan kecepatan kendaraan, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta tidak memaksakan diri berkendara saat lelah.

“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah harus menghadirkan infrastruktur yang aman, sementara masyarakat juga harus membangun budaya tertib berlalu lintas agar tragedi seperti ini tidak kembali terjadi,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *