Sudutkota.id – Di tengah gencarnya program peningkatan kualitas pendidikan pada era Presiden Prabowo Subianto tahun 2026, kondisi memprihatinkan justru masih terjadi di daerah.
Salah satunya di SDN Kedawong, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang mengalami kerusakan pada atap sejumlah ruang kelas.
Kondisi bangunan sekolah dasar tersebut kini menjadi sorotan, setelah beberapa ruang kelas mengalami kerusakan cukup serius, terutama pada bagian plafon dan atap.
Kepala SDN Kedawong, Titik Nuryani, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan proposal rehabilitasi bangunan sekolah pada tahun ini. Namun, peluang realisasi dinilai kecil karena sekolah tersebut sudah menerima bantuan rehab pada tahun sebelumnya.
“Kami sudah mengajukan kembali, tapi kemungkinan belum bisa terealisasi karena tahun lalu sudah mendapat bantuan rehabilitasi,” ujar Titik, Sabtu (25/4/2026).
Titik menjelaskan, terdapat tiga ruang kelas yang diajukan untuk perbaikan, yakni kelas 4, 5, dan 6, termasuk ruang kepala sekolah yang digabung dengan ruang UKS.
Untuk sementara, pihak sekolah hanya mampu melakukan perbaikan darurat menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Kami melakukan tambal sulam pada bagian yang rusak, terutama plafon yang jebol. Yang penting aman dulu untuk kegiatan belajar,” jelasnya.
Perbaikan tersebut hanya dilakukan di bagian dalam ruang kelas. Sementara itu, plafon bagian luar yang ambrol masih dibiarkan terbuka karena keterbatasan anggaran.
Diketahui, SDN Kedawong sebelumnya telah mendapatkan bantuan rehabilitasi pada tahun 2025 untuk tiga ruang kelas, yakni kelas 1, 2, dan 3. Kondisi ruang tersebut kini sudah jauh lebih baik. Namun, ruang kelas lainnya masih mengalami kerusakan.
Menurut Titik, sebenarnya pihak sekolah lebih memprioritaskan pembangunan ruang guru karena kondisinya mendesak. Namun dalam realisasinya, ruang kelas lebih diprioritaskan karena dinilai lebih urgent.
“Kami sebenarnya mengajukan ruang guru, tapi karena ruang kelas lebih mendesak, akhirnya yang direhab ruang kelas dulu,” ungkapnya.
Selain kebutuhan rehab ruang kelas, SDN Kedawong juga masih kekurangan fasilitas penting seperti ruang UKS dan laboratorium. Keterbatasan lahan menjadi kendala utama dalam pengembangan fasilitas tersebut.
“Kami belum punya ruang UKS maupun laboratorium. Kalau ada bantuan ke depan, kemungkinan harus dibangun bertingkat karena lahan terbatas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, menyampaikan bahwa bantuan rehabilitasi dilakukan secara bergiliran.
“SDN Kedawong sudah mendapatkan rehab tahun kemarin, jadi tahun ini giliran sekolah lain,” pungkasnya.




















