Pendidikan

Kapolsek Klojen Turun ke Sekolah, Ingatkan Bahaya Judi Online hingga Krisis Mental Pelajar

13
×

Kapolsek Klojen Turun ke Sekolah, Ingatkan Bahaya Judi Online hingga Krisis Mental Pelajar

Share this article
Kapolsek Klojen Turun ke Sekolah, Ingatkan Bahaya Judi Online hingga Krisis Mental Pelajar
Kapolsek Klojen Kompol Moch. Budiarto (kanan) saat berdialog dengan jajaran SMAN 4 Kota Malang dan para siswa dalam kegiatan sambang sekolah. (foto: Humas Polresta Malang Kota foto Sudutkota.id)

Sudutkota.id – Ancaman kenakalan remaja, maraknya judi online, hingga persoalan kesehatan mental pelajar menjadi perhatian serius jajaran Polresta Malang Kota. Untuk memastikan generasi muda tidak terjerumus ke dalam berbagai pengaruh negatif, Kapolsek Klojen Kompol Moch. Budiarto turun langsung menyambangi SMAN 4 Kota Malang, Senin (8/6/2026).

Didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Sumbersari Aiptu Wahyu Setiawan, kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga forum dialog terbuka antara kepolisian, pihak sekolah, dan para siswa guna menyerap berbagai aspirasi serta memetakan persoalan yang berkembang di lingkungan pendidikan.

Kehadiran Kapolsek Klojen disambut Kepala SMAN 4 Kota Malang Dr. Hari Wahjono, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Alfan Akbar Yusuf, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Salis Adha, serta perwakilan siswa kelas XI.

Kompol Budiarto menjelaskan, kegiatan sambang sekolah merupakan tindak lanjut arahan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana yang meminta seluruh jajaran kepolisian aktif hadir di lingkungan pendidikan sebagai upaya pencegahan dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, sekolah merupakan tempat lahirnya calon pemimpin masa depan bangsa sehingga perlu mendapatkan perhatian dan pendampingan dari seluruh elemen, termasuk kepolisian.

“Sekolah adalah tempat membangun masa depan. Karena itu kami hadir untuk mendengar secara langsung kondisi yang dihadapi siswa maupun pihak sekolah, sekaligus memperkuat komunikasi agar berbagai persoalan bisa dicegah sejak dini,” ujar Kompol Budiarto.

Dalam dialog bersama para pelajar, Kompol Budiarto secara khusus menyoroti meningkatnya ancaman yang mengintai generasi muda, mulai dari perundungan (bullying), perkelahian antar pelajar, penyalahgunaan narkoba, hingga praktik judi online yang kini semakin mudah diakses melalui telepon genggam.

Ia mengingatkan para siswa agar tidak tergoda mencoba aktivitas yang dapat merusak masa depan dan menghambat cita-cita mereka.

“Saya mengajak seluruh pelajar menjadi agen perubahan dan agen kebaikan. Jangan pernah terlibat bullying, perkelahian, narkoba maupun judi online. Semua itu hanya akan menghancurkan masa depan yang sedang kalian bangun,” tegasnya.

Selain persoalan kenakalan remaja, Kapolsek Klojen juga memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan mental pelajar. Menurutnya, tekanan akademik maupun persoalan pribadi sering kali menjadi beban yang dipendam sendiri oleh siswa hingga berpotensi menimbulkan gangguan psikologis.

Karena itu, ia mengimbau para pelajar agar tidak ragu mencari tempat bercerita dan berdiskusi ketika menghadapi masalah.

“Jangan memikul masalah sendirian. Ceritakan kepada orang tua, guru, keluarga atau sahabat yang dipercaya. Komunikasi yang baik menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan mental dan mencegah munculnya tekanan yang lebih berat,” katanya.

Tak hanya menyampaikan pesan kepada siswa, Kompol Budiarto juga mengajak para tenaga pendidik untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku peserta didik. Menurutnya, perubahan sikap yang tidak biasa sering kali menjadi tanda awal adanya persoalan yang perlu segera ditangani.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sumbersari Aiptu Wahyu Setiawan menegaskan pihaknya akan terus memperkuat komunikasi dengan sekolah sebagai bentuk deteksi dini terhadap berbagai persoalan sosial yang berpotensi melibatkan remaja.

“Kami ingin memastikan lingkungan sekolah tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi proses belajar mengajar. Sinergi antara sekolah, orang tua, masyarakat dan kepolisian menjadi kunci dalam menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polresta Malang Kota berharap kehadiran Polri di lingkungan sekolah tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra pembinaan karakter bagi para pelajar.

“Agar tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *