DaerahPemerintahan

Realisasi Investasi Jombang Surplus 10 Persen, Pemkab Bidik Rp2,56 Triliun pada 2026

12
×

Realisasi Investasi Jombang Surplus 10 Persen, Pemkab Bidik Rp2,56 Triliun pada 2026

Share this article
DPMPTSP Jombang saat menghadiri acara High Level Meeting (HLM) Forum Investasi, Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED).(Foto: Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

Sudutkota.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang optimistis mampu melampaui target investasi tahun 2026 sebesar Rp2,56 triliun. Keyakinan itu muncul setelah realisasi investasi pada Triwulan I (TW I) 2026 mencapai Rp896 miliar atau surplus sekitar 10 persen dari target berkala.

Optimisme tersebut disampaikan usai Pemkab Jombang mengikuti High Level Meeting (HLM) Forum Investasi, Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Wakil Bupati Jombang Salmanudin yang mewakili Bupati Jombang Warsubi turut menyaksikan penandatanganan perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala DPMPTSP Kabupaten Jombang Bayu Pancoroadi dengan DPMPTSP Provinsi Jawa Timur terkait percepatan investasi daerah. Kegiatan tersebut dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan dihadiri perwakilan Bank Indonesia, OJK, serta BPS RI.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Jombang Bayu Pancoroadi mengatakan capaian investasi pada awal tahun menjadi modal kuat untuk memenuhi target yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kami sangat optimistis mampu mencapai target Rp2,56 triliun yang ditetapkan provinsi. Pada Triwulan I, dari target Rp640 miliar, realisasi investasi mencapai Rp896 miliar,” kata Bayu, Jum’at (26/6/2026).

Untuk menjaga tren positif tersebut, DPMPTSP Jombang menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya memperluas promosi potensi investasi melalui media sosial hingga tingkat nasional, sekaligus memberikan pendampingan dan pengawalan proses perizinan bagi calon investor.

Dalam forum tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya kepastian lahan bagi investor melalui harmonisasi tata ruang, baik RTRW maupun RDTR.

“Ada PR yang sangat mendasar untuk investasi, khususnya kepastian lahan. Sinergi horizontal dan vertikal harus benar-benar nyambung,” tegas Khofifah.

Khofifah juga mengapresiasi terbentuknya TP2ED di 37 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur sebagai upaya memperkuat hilirisasi dan rantai nilai ekonomi daerah. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim turut menyebut Forum Investasi, TP2ED, dan TPAKD sebagai tiga pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Menanggapi arahan tersebut, Wakil Bupati Jombang Salmanudin menegaskan investasi menjadi salah satu motor utama penggerak perekonomian daerah. Menurutnya, investasi tidak hanya menghadirkan modal, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mempercepat pembangunan.

“Kami ingin memastikan Jombang terus bergerak, terus berbenah, dan terus membuka ruang kolaborasi. Kabupaten Jombang memiliki potensi besar yang siap dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, target investasi tahun 2026 akan didukung dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, kepastian regulasi, kemudahan perizinan, serta penyediaan infrastruktur yang memadai.

“Kami memandang investasi sebagai ikhtiar bersama untuk membangun masa depan daerah. Sinergi, inovasi, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat harus menjadi ruh dalam setiap kebijakan pembangunan di Kabupaten Jombang,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *