Sudutkota.id – Lonjakan harga plastik mulai menekan berbagai sektor di Kota Malang. Kenaikan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir ini bukan tanpa sebab, melainkan dipicu oleh gejolak global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada rantai pasok bahan baku petrokimia dunia.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengakui bahwa kondisi tersebut sudah dirasakan langsung oleh pelaku usaha di daerah. Harga plastik yang terus merangkak naik dinilai berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi lokal, terutama bagi UMKM yang sangat bergantung pada bahan tersebut untuk kemasan dan produksi.
“Dampaknya sudah terasa. Harga plastik naik cukup signifikan dan ini tentu memberatkan pelaku usaha,” ujar Wahyu saat dikonfirmasi, Rabu (16/4).
Menurutnya, jika kondisi ini terus berlanjut tanpa ada langkah antisipasi, bukan tidak mungkin akan berdampak pada kenaikan harga barang di tingkat konsumen. Hal ini berpotensi memicu tekanan inflasi yang lebih luas di Kota Malang.
Menghadapi situasi tersebut, Pemkot Malang tidak tinggal diam. Sejumlah langkah strategis mulai disiapkan, salah satunya dengan mendorong penggunaan bahan alternatif sebagai pengganti plastik yang dinilai lebih terjangkau.
“Kami juga menampilkan kepada masyarakat bahwa apabila harga plastik terlalu tinggi, maka kita membutuhkan alternatif-alternatif untuk bisa mengurangi ketergantungan terhadap plastik,” tegasnya.
Upaya ini sekaligus menjadi momentum bagi Pemkot Malang untuk mempercepat peralihan menuju penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan. Selain mengurangi dampak ekonomi, langkah tersebut juga diharapkan mampu menekan penggunaan plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan.
Namun demikian, Wahyu menegaskan bahwa keberhasilan langkah ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat agar inovasi bahan pengganti plastik dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan.
Di tengah ketidakpastian kondisi global, Pemkot Malang memastikan akan terus memantau perkembangan harga bahan baku serta menyiapkan berbagai skenario kebijakan agar dampaknya tidak semakin membebani ekonomi masyarakat.





















