Daerah

Pemkot Malang Kerahkan 400 Petugas, Pengawasan Hewan Kurban Diperketat Jelang Iduladha

3
×

Pemkot Malang Kerahkan 400 Petugas, Pengawasan Hewan Kurban Diperketat Jelang Iduladha

Share this article
Pemkot Malang Kerahkan 400 Petugas, Pengawasan Hewan Kurban Diperketat Jelang Iduladha
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, bersama tim dokter hewan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di lapak penjualan.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.idPemerintah Kota (Pemkot) Malang memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dengan menerjunkan ratusan petugas ke seluruh titik penjualan yang tersebar di wilayah kota.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat, layak, dan memenuhi standar kelayakan untuk dikonsumsi.

Sebanyak kurang lebih 400 petugas gabungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang disebar ke seluruh lapak penjualan hewan kurban.

Mereka bertugas melakukan pemeriksaan rutin dan berkelanjutan, mulai dari kondisi fisik hewan, kebersihan, hingga kelengkapan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat turun langsung meninjau salah satu lokasi penjualan hewan kurban di kawasan Jalan Saxophone, Kelurahan Jatimulyo, Kota Malang.

Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan proses pengawasan berjalan sesuai prosedur dan seluruh hewan telah diperiksa oleh tenaga kesehatan hewan.

Di lokasi tersebut, Wahyu Hidayat bersama tim dokter hewan melakukan pengecekan terhadap dua kambing dan dua sapi yang diperjualbelikan.

Pemeriksaan meliputi kondisi fisik luar seperti tubuh, mulut, gigi, mata, hidung, serta tanda-tanda klinis kesehatan hewan, termasuk pemeriksaan dokumen pendukung kesehatan hewan.

“Dari hasil pengecekan tadi, kami melihat langsung dua kambing dan dua sapi. Secara fisik kondisinya baik, tidak ada cacat, dan surat keterangan kesehatannya juga lengkap. Hewan-hewan ini dinyatakan sehat dan layak dijual maupun dijadikan hewan kurban,” ujar Wahyu Hidayat, Senin (25/5/2026).

Ia menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan sekali, tetapi terus berjalan hingga hari penyembelihan untuk memastikan tidak ada hewan yang terindikasi sakit masuk ke rantai konsumsi masyarakat. Menurutnya, langkah ini penting untuk menjamin keamanan pangan dan kesehatan masyarakat saat perayaan Iduladha.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan menjelaskan bahwa pengawasan hewan kurban dilakukan secara menyeluruh di seluruh titik penjualan yang ada di Kota Malang.

Ia menyebutkan bahwa jumlah lapak penjualan hewan kurban tahun ini tercatat sekitar 107 titik, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 110 lapak. Meski demikian, jumlah hewan kurban yang masuk dan diperiksa tetap tinggi dan terus mengalami pergerakan seiring distribusi dari berbagai daerah.

“Untuk sementara ini, hewan kurban yang sudah diperiksa sekitar 1.000 ekor. Angka ini masih dinamis karena masih ada hewan yang terus masuk hingga menjelang hari penyembelihan,” jelas Slamet Husnan.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara detail oleh petugas lapangan, mulai dari kondisi mulut, gigi, mata, hidung, kulit, hingga kondisi tubuh secara keseluruhan. Petugas juga memperhatikan indikator kesehatan lain seperti kelembapan hidung, nafsu makan, dan aktivitas hewan di kandang.

“Secara umum hampir semua hewan dalam kondisi sehat. Tidak ditemukan tanda-tanda cacat yang membuat hewan tidak layak untuk dijadikan kurban,” tambahnya.

Slamet juga menuturkan adanya perubahan tren pembelian hewan kurban di masyarakat Kota Malang pada tahun ini. Jika sebelumnya kambing lebih dominan, kini terjadi peningkatan pembelian sapi yang diduga karena adanya pola patungan antar warga.

“Trennya sekarang lebih banyak ke sapi, kemungkinan karena masyarakat berkurban secara patungan sehingga memilih sapi,” ungkapnya.

Selain pengawasan di lapangan, Pemkot Malang juga menyiapkan pemeriksaan lanjutan saat proses penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyakit yang tidak terlihat secara kasat mata, seperti cacing hati, yang baru bisa diketahui setelah proses pemotongan.

“Beberapa penyakit memang baru terlihat setelah penyembelihan. Nanti akan ditentukan apakah organ tertentu masih bisa dimanfaatkan atau harus dimusnahkan,” jelas Slamet.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Malang juga menerima bantuan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia berupa seekor sapi dengan bobot sekitar satu ton. Sapi tersebut rencananya akan disembelih di RPH Kota Malang pada Kamis (28/5/2026), sebelum kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *