Sudutkota.id – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) menggelar operasi pasar murah sebagai bagian dari rangkaian pencanangan nasional Gerakan Indonesia Bersih yang berlangsung di kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan pokok tetap aman.
Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan keikutsertaan Dispangtan dalam kegiatan nasional tersebut merupakan bentuk sinergi pemerintah daerah dalam mendukung program nasional sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Menurutnya, operasi pasar merupakan salah satu instrumen yang terus dilakukan Pemerintah Kota Malang untuk mengendalikan inflasi daerah, menjaga pasokan pangan, serta memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
“Operasi pasar sebenarnya sudah berjalan di pasar-pasar. Hari ini kami ikut mendukung pencanangan nasional Gerakan Indonesia Bersih yang digelar di Alun-Alun Merdeka dengan menghadirkan kebutuhan pokok bagi masyarakat,” ujar Slamet.
Ia menjelaskan, Dispangtan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga pangan di pasaran serta berkoordinasi dengan distributor agar distribusi bahan pokok tetap lancar. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mengantisipasi terjadinya kelangkaan maupun lonjakan harga komoditas strategis.
Slamet menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan distributor menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan di Kota Malang. Karena itu, operasi pasar akan terus dilaksanakan secara berkala di berbagai lokasi sesuai kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, distributor bahan pangan, Ahmed, mengatakan pihaknya menyiapkan stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama pelaksanaan operasi pasar. Untuk komoditas beras SPHP disediakan sekitar 2 ton, kemudian 10 bal gula pasir, serta 20 kardus Minyakita.
“Untuk hari ini kami menyediakan sekitar 2 ton beras SPHP. Selain itu ada gula sekitar 10 bal dan Minyakita sebanyak 20 kardus. Seluruh stok ini kami siapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama kegiatan berlangsung,” jelas Ahmed.
Ia menambahkan, harga kebutuhan pokok yang dijual dalam operasi pasar mengikuti ketentuan pemerintah sehingga lebih terjangkau dibandingkan harga di sejumlah pasar. Beras SPHP dipasarkan sekitar Rp57.000 per kemasan, Minyakita dijual Rp15.500 per liter, sedangkan gula pasir Rp17.500 per kilogram.
Menurut Ahmed, pihaknya siap mendukung program operasi pasar yang digelar pemerintah dengan memastikan ketersediaan stok tetap aman. Apabila diperlukan, pasokan dapat kembali ditambah agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Malang berharap operasi pasar tidak hanya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mengendalikan inflasi.




















