Sudutkota.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menerima audiensi dan kunjungan silaturahmi jajaran pimpinan Yayasan serta Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) di ruang sidang Balai Kota Malang, Senin (25/5/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan sosial, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat di tingkat lingkungan.
Audiensi itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), sementara pihak Unisma dipimpin Rektor, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D. didampingi dewan pembina yayasan dan sejumlah pejabat kampus.
Dalam suasana penuh keakraban, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama strategis yang dapat dikembangkan ke depan. Mulai dari penguatan peran mahasiswa di lingkungan masyarakat, pemberdayaan RT berbasis pendidikan, pendampingan UMKM, hingga percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha di Kota Malang.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam kesempatan itu menekankan bahwa keberadaan mahasiswa di Kota Malang sejatinya memberikan dampak besar terhadap roda perekonomian masyarakat. Kota Malang yang dikenal sebagai kota pendidikan selama ini telah tumbuh bersama ribuan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Wahyu, masyarakat sekitar kampus maupun kawasan permukiman mahasiswa telah merasakan manfaat ekonomi melalui usaha rumah kos, warung makan, jasa laundry, hingga berbagai usaha kecil lainnya. Namun demikian, ia berharap hubungan antara mahasiswa dan masyarakat tidak hanya berhenti pada hubungan ekonomi semata.
“Selama ini warga mendapatkan manfaat ekonomi dari keberadaan mahasiswa, terutama dari rumah kos dan usaha-usaha kecil lainnya. Tetapi saya berharap keberadaan mahasiswa juga memberikan dampak sosial dan pengetahuan bagi lingkungan tempat tinggal mereka,” ujar Wahyu.
Ia menilai mahasiswa memiliki kapasitas intelektual yang bisa menjadi kekuatan besar dalam membangun lingkungan masyarakat. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu berbaur, membangun komunikasi dengan warga, hingga ikut menyelesaikan persoalan sosial yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.
Menurutnya, rasa kebersamaan antara pemilik rumah kos, warga sekitar, dan mahasiswa perlu dibangun agar tercipta lingkungan sosial yang harmonis. Ia bahkan menyebut bahwa kolaborasi sederhana di tingkat RT dapat menjadi pondasi penting dalam pembangunan Kota Malang secara menyeluruh.
“Harus ada rasa kebersamaan. Mahasiswa jangan hanya datang, tinggal, lalu selesai. Tetapi bagaimana mereka juga hadir memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Wahyu menjelaskan, konsep tersebut sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Malang yakni RT Bergelar dengan dukungan anggaran Rp50 juta per RT. Program itu tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik semata, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat.
Ia mengungkapkan, selama ini masih ada sebagian lingkungan RT yang memanfaatkan anggaran lebih banyak untuk kebutuhan sarana-prasarana seperti kursi dan tenda. Karena itu, Pemkot Malang ingin mendorong agar dana tersebut juga dimanfaatkan untuk program-program produktif yang melibatkan masyarakat dan kalangan akademisi.
“Kadang anggaran habis untuk kebutuhan fisik saja. Ke depan harus ada evaluasi agar program RT ini juga menyentuh peningkatan kualitas masyarakat, termasuk pemberdayaan warga dan penguatan edukasi,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Wahyu juga membuka peluang kolaborasi antara mahasiswa dengan RT maupun kelurahan di Kota Malang. Mahasiswa diharapkan dapat terlibat dalam pendampingan UMKM, edukasi digital, penguatan literasi masyarakat, hingga kegiatan sosial berbasis lingkungan.
“Mahasiswa punya pemahaman dan kemampuan yang berbeda-beda. Itu bisa menjadi kekuatan besar kalau dikolaborasikan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat bawah,” imbuhnya.
Sementara itu, Rektor Unisma, Prof. Junaidi, menyambut baik gagasan kolaboratif yang disampaikan Pemkot Malang. Ia menegaskan bahwa hubungan antara Unisma dan Pemerintah Kota Malang selama ini sudah berjalan baik melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).
Namun, menurutnya, masa berlaku MoU tersebut akan segera berakhir sehingga perlu dilakukan pembaruan agar kerja sama dapat terus dilanjutkan dan diperluas.
“Nah ini sebenarnya kita sudah punya MoU, hanya memang sudah mau habis sehingga akan segera kita renew atau perbaharui. MoU itu nantinya menjadi pijakan bagi OPD dengan fakultas maupun lembaga di Unisma untuk menjalankan program-program bersama,” jelas Prof. Junaidi.
Ia mengatakan, pihak kampus sangat terbuka untuk mendukung berbagai program pembangunan Kota Malang, termasuk yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan dan pengabdian.
Menurutnya, gagasan agar mahasiswa penghuni rumah kos ikut memberikan kontribusi kepada lingkungan merupakan ide yang sangat positif dan realistis untuk diterapkan di Kota Malang sebagai kota pendidikan.
“Kami kira itu pemikiran yang sangat bagus. Jadi mahasiswa tidak hanya numpang tinggal, tetapi juga bisa memberi kontribusi nyata kepada masyarakat di sekitar tempat tinggalnya,” katanya.
Prof. Junaidi menambahkan, Unisma memiliki banyak fakultas dan lembaga yang bisa dikolaborasikan dengan OPD di lingkungan Pemkot Malang. Melalui koordinasi yang baik, setiap program pemerintah dapat disinergikan dengan keilmuan dan sumber daya yang dimiliki kampus.
Selain membahas pemberdayaan masyarakat, audiensi tersebut juga menyinggung upaya percepatan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di Kota Malang. Program ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas pasar usaha masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Prof. Junaidi mengungkapkan bahwa Unisma telah memiliki Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang berada di bawah Kementerian Agama dan siap membantu Pemkot Malang dalam mempercepat proses sertifikasi halal.
“Tadi Pak Wali Kota juga menyampaikan soal dorongan percepatan sertifikasi halal UMKM. Kami di Unisma memiliki Lembaga Pemeriksa Halal dari Kemenag, sehingga itu bisa dioptimalkan untuk mendukung UMKM di Kota Malang,” ungkapnya.
Ia berharap kerja sama yang terjalin antara Unisma dan Pemkot Malang tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen administratif, tetapi benar-benar diwujudkan melalui program konkret yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.




















