Sudutkota.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri terus memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan dengan menanamkan kesadaran hidup sehat sejak usia remaja.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Peer Educator GEN Z SEHATI (Sehat Anti Hipertensi) yang digelar pada, Kamis (6/8/2026), di salah satu hotel di Kota Kediri. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Kediri dalam membangun generasi muda yang sehat, peduli, dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah.
Workshop yang diinisiasi Dinas Kesehatan Kota Kediri tersebut mendapat sambutan antusias dari para pelajar SMA. Selain memperoleh pemahaman mengenai pencegahan hipertensi sejak dini, peserta juga dibekali edukasi tentang kesehatan mental, pola hidup sehat, hingga praktik pemeriksaan tekanan darah secara langsung.
Salah satu peserta, Gracia, siswi SMAK St. Agustinus Kediri, mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini.
“Melalui workshop ini saya belajar banyak hal, mulai dari cara mengukur tekanan darah hingga pentingnya menjaga kesehatan mental. Materi tentang hipertensi pada remaja juga sangat menarik karena membuat saya lebih memahami risiko yang bisa terjadi sejak usia muda,” ujar Gracia.
Ia menambahkan, metode penyampaian para narasumber terasa ringan dan mudah dipahami karena menggunakan bahasa yang dekat dengan kehidupan remaja. Adanya sesi praktik juga membuat peserta lebih percaya diri untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh.
“Materinya disampaikan dengan sederhana sehingga mudah dipahami. Ditambah praktik langsung, jadi kami benar-benar mengerti cara melakukan pemeriksaan kesehatan,” katanya.
Workshop menghadirkan dr. M. Ujung Baehaqi, Sp.PD, dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Bhayangkara Kediri, serta Shofi Mirwani, M.Psi., Psikolog dari UIN Syeh Wasil Kediri. Keduanya memberikan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental sebagai bekal menuju generasi yang produktif.
Bagi Gracia, pengalaman mengikuti kegiatan tersebut menjadi motivasi untuk mulai menerapkan pola hidup yang lebih sehat, terutama dalam mengatur pola makan dan memenuhi kebutuhan gizi harian.
“Saya ingin mulai memperbaiki gaya hidup dengan memperhatikan keseimbangan menu, porsi makan, dan kebutuhan gizi setiap hari. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan karena sangat bermanfaat bagi kami,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Hamida, Sp.P, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Kediri terhadap meningkatnya potensi hipertensi pada kelompok usia remaja. Berdasarkan data Aplikasi Sehat Indonesiaku (SSI) Kota Kediri tahun 2025, dari 5.697 remaja usia 15–17 tahun yang menjalani pemeriksaan tekanan darah, tercatat 234 siswa atau sekitar 4,1 persen memiliki tekanan darah mencapai atau melebihi 140/90 mmHg.
Menurut dr. Hamida, kondisi tersebut menunjukkan bahwa hipertensi kini tidak lagi identik dengan kelompok usia dewasa. Perubahan pola hidup, kurangnya aktivitas fisik, tingginya konsumsi makanan tinggi natrium, hingga tekanan akademik maupun sosial menjadi faktor yang turut memengaruhi meningkatnya risiko pada kalangan remaja.
“Pendekatan kepada remaja akan lebih efektif jika dilakukan melalui teman sebaya. Karena itu, peserta workshop tidak hanya dibekali pengetahuan dasar mengenai hipertensi dan pola hidup sehat, tetapi juga kemampuan psikologis agar mampu menjadi pendamping sekaligus motivator bagi teman-temannya,” jelas dr. Hamida.
Sebagai bagian dari pembelajaran, peserta juga mengikuti praktik penggunaan alat kesehatan untuk pemeriksaan tekanan darah. Bekal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri para siswa dalam menyampaikan edukasi kesehatan di lingkungan sekolah.
Melalui program ini, Pemkot Kediri berharap para peserta dapat berperan sebagai peer educator sekaligus agen perubahan yang aktif mengampanyekan pola hidup sehat, memberikan edukasi kepada teman sebaya, mendukung deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular, hingga memperkuat peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
“Kami berharap tim pelaksana UKS di setiap sekolah dapat memberikan ruang, pendampingan, dan mengintegrasikan para peer educator ke dalam program kerja UKS. Dengan begitu, mereka memiliki wadah yang jelas untuk melakukan deteksi dini tekanan darah, menjadi konselor sebaya, sekaligus menggerakkan kampanye hidup sehat secara berkelanjutan di lingkungan sekolah,” pungkas dr. Hamida.
Melalui program edukasi seperti GEN Z SEHATI, Pemerintah Kota Kediri menegaskan komitmennya dalam menciptakan generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Diharapkan, langkah ini mampu menekan risiko penyakit tidak menular di masa mendatang sekaligus membentuk budaya hidup sehat di kalangan pelajar.




















