Daerah

Muktamar NU 2026 Disambut Karya Seni, Cak Luk Lukis Tokoh Pendiri Nahdlatul Ulama

3
×

Muktamar NU 2026 Disambut Karya Seni, Cak Luk Lukis Tokoh Pendiri Nahdlatul Ulama

Share this article
Seniman Jombang, Cak Luk, menyelesaikan lukisan para muassis Nahdlatul Ulama sebagai bentuk penghormatan sekaligus menyambut Muktamar NU ke-35 di Jombang. (Foto: Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

Sudutkota.id – Antusiasme masyarakat menyambut Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 tahun 2026 di Kabupaten Jombang terus menguat. Dukungan tidak hanya datang dari kalangan pengurus dan warga Nahdliyin, tetapi juga mengalir dari komunitas seni dan budaya.

Salah satunya ditunjukkan oleh seniman lukis asal Jombang, Lukman Hakim atau yang akrab disapa Cak Luk. Perupa tersebut mendedikasikan karya seninya dengan melukis para muassis (pendiri) Nahdlatul Ulama sebagai bentuk penghormatan atas jasa para ulama yang membesarkan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.

Saat ini, Cak Luk tengah menyelesaikan sebuah lukisan monumental yang menampilkan 15 tokoh pendiri NU dalam satu kanvas berukuran besar. Di antaranya terdapat Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, Syaikhona Kholil Bangkalan, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, hingga KH Ridwan Abdullah, ulama yang dikenal sebagai pencipta lambang NU.

Selain lukisan berukuran raksasa, Cak Luk juga membuat sejumlah potret tunggal para ulama pendiri NU. Beberapa karya bahkan telah terjual dan diminati para kolektor seni.

“Lukisan ini tentang muassis NU, jadi mendokumentasikan pendiri-pendiri awal NU,” ujar Cak Luk saat ditemui di Sabrang Art Studio, Dusun Tanggungan, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Jombang, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, pembuatan lukisan tersebut merupakan bentuk kontribusi sebagai seniman lokal dalam menyambut Muktamar NU ke-35 yang akan digelar di Jombang.

Sebagai warga Nahdliyin, ia mengaku bangga karena Jombang kembali dipercaya menjadi tuan rumah forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama tersebut.

“Kami sebagai masyarakat Jombang, terutama kaum Nahdliyin, sangat antusias sekali menyambut gelaran muktamar ini,” katanya.

Cak Luk mengatakan proses pengerjaan lukisan monumental itu telah mencapai sekitar 60 persen. Ia berkomitmen terus melukis tokoh-tokoh pendiri NU selama rangkaian Muktamar NU berlangsung.

“Dengan cara sebisa mungkin saya sebagai seniman lukis, saya akan melukis tokoh-tokoh muassis NU. Selama ada muktamar, akan saya terus proses melukis tokoh-tokoh muassis NU,” ujarnya.

Hingga awal Agustus 2026, sedikitnya delapan lukisan ulama telah rampung dikerjakan. Sebagian besar merupakan potret Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang menjadi salah satu karya paling diminati penikmat seni.

Menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Cak Luk berharap karya-karyanya dapat berkolaborasi dengan panitia penyelenggara.

“Insyaallah sudah ada delapan lukisan dan masih akan bertambah. Kami berharap bisa bersinergi dengan panitia, entah dalam bentuk pameran seni atau lelang lukisan,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *