Sudutkota.id – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum sepenuhnya berakhir. Meski penanganan dan pemantauan terus dilakukan di sejumlah kawasan terdampak, masih ditemukan aktivitas kebakaran di Blok Dingklik yang mengarah ke Widodaren, wilayah Kabupaten Pasuruan.
Situasi tersebut menjadi perhatian jajaran Kodim 0818/Malang-Batu. Kesiapsiagaan personel di kawasan Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, diperkuat sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perkembangan atau pergerakan api ke wilayah lain.
Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0818/Malang-Batu, Mayor Czi Sultoni turun langsung melakukan peninjauan kondisi wilayah sekaligus mengecek kesiapan personel yang berada di lapangan, Minggu (9/8/2026).
Peninjauan berlangsung sejak sekitar pukul 09.30 WIB. Kasdim bersama rombongan terlebih dahulu tiba di Pos Jemplang dan melakukan pengecekan terhadap kesiapan personel serta kondisi kawasan yang menjadi salah satu akses penting menuju wilayah TNBTS.
Menurut Kasdim 0818/Malang-Batu Mayor Czi Sultoni, pengecekan tersebut tidak sekadar memastikan keberadaan personel, tetapi juga untuk melihat secara langsung kondisi wilayah pascakebakaran serta memastikan seluruh unsur yang terlibat tetap siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk melakukan penanganan.
“Kita melakukan pengecekan langsung untuk memastikan personel dan unsur terkait tetap dalam kondisi siap. Situasi Karhutla harus terus dipantau karena masih ada informasi titik yang terbakar di wilayah TNBTS,” ujar Sultoni.
Dalam kegiatan tersebut, perhatian juga diarahkan pada kawasan hutan yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Malang dengan Kabupaten Lumajang. Rombongan melakukan peninjauan hingga kawasan Blok Cemoro Anget yang berada di sebelah timur Pos Jemplang.
Kawasan tersebut menjadi salah satu bagian yang perlu mendapatkan pengawasan karena berada di wilayah perbukitan dan kawasan hutan dengan kondisi medan yang tidak mudah dijangkau. Pemantauan secara langsung diperlukan untuk mengetahui kondisi terkini sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.
Sultoni menegaskan, kondisi pascakebakaran tidak boleh membuat kewaspadaan menurun. Sebab, perubahan arah angin maupun kondisi vegetasi kering dapat mempengaruhi perkembangan api dan membuat kebakaran kembali meluas.
“Yang kita jaga adalah jangan sampai muncul titik api baru dan kemudian berkembang tanpa terpantau. Karena itu kesiapsiagaan harus tetap dilakukan,” katanya.
Selain jajaran Kodim 0818/Malang-Batu, kegiatan tersebut melibatkan sejumlah unsur terkait. Di antaranya jajaran Perhutani Malang, TNBTS, Polsek Poncokusumo, Koramil 0818/24 Poncokusumo, Koramil 0818/22 Tumpang serta unsur operasional dan intelijen Kodim 0818/Malang-Batu.
Total terdapat 36 personel yang mengikuti rangkaian kegiatan pengecekan dan apel kesiapsiagaan tersebut.
Keterlibatan lintas sektor ini menjadi penting mengingat kawasan TNBTS memiliki wilayah yang luas serta karakter medan yang cukup berat. Koordinasi antara aparat, pengelola kawasan dan unsur terkait diperlukan agar perkembangan Karhutla dapat diketahui lebih cepat dan langkah penanganan bisa segera dilakukan.
Setelah peninjauan kawasan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan apel pengecekan kesiapsiagaan personel pada sore hari. Apel digelar di area parkir Cafe Bromo Hillside setelah seluruh rangkaian pemantauan lapangan selesai dilakukan.
Dalam apel tersebut dilakukan pengecekan kembali terhadap kesiapan personel sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap perkembangan Karhutla di kawasan TNBTS.
Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan dan laporan situasi di lapangan, Karhutla di kawasan TNBTS saat ini masih tercatat terjadi di Blok Dingklik yang mengarah ke Widodaren, Kabupaten Pasuruan.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan Karhutla belum dapat dianggap selesai hanya karena api di sejumlah lokasi telah berhasil dikendalikan. Pengawasan kawasan tetap diperlukan untuk memastikan tidak terjadi penyebaran maupun munculnya titik api baru.
Jajaran Kodim 0818/Malang-Batu bersama unsur terkait pun memastikan kesiapsiagaan tetap dipertahankan. Pemantauan kawasan, pengecekan personel serta koordinasi lintas instansi menjadi langkah penting untuk mengantisipasi perkembangan Karhutla di kawasan TNBTS.
Rangkaian kegiatan peninjauan dan apel kesiapsiagaan tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 16.45 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan berjalan aman dan lancar.




















