JAKARTA, Sudutkota.id – Temuan jenazah Surakman di Pulau Enggano, Bengkulu, yang telah dipastikan melalui pemeriksaan DNA sebagai salah satu awak kapal KM Arupadhatu I, membuka petunjuk baru dalam pencarian tujuh orang lainnya yang masih hilang.
Lokasi penemuan yang jauh dari titik awal hilangnya kapal dinilai perlu menjadi bahan evaluasi terhadap pola pencarian sebelumnya.
Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini meminta Basarnas dan seluruh unsur terkait tidak berhenti pada penemuan satu korban. Menurutnya, temuan tersebut justru dapat menjadi dasar untuk menghitung kembali kemungkinan pergerakan korban, termasuk dengan memperbarui pemodelan arus laut dan wilayah pencarian.
“Saya kira temuan ini harus menjadi dasar bagi Basarnas dan seluruh unsur terkait untuk melakukan evaluasi kembali terhadap pencarian. Apalagi jenazah ditemukan di Pulau Enggano, jauh dari area awal hilangnya kapal,” ujar Amelia dalam wawancara WhatsApp, pada Rabu (23/9/2026).
Menurut Amelia, posisi penemuan jenazah dapat memberikan informasi baru mengenai kemungkinan korban terbawa arus setelah kapal hilang kontak. Karena itu, area pencarian perlu ditinjau kembali dengan memperhitungkan kondisi arus laut serta kemungkinan lokasi korban atau material kapal terbawa lebih jauh dari titik pencarian sebelumnya.
“Karena itu, jangan sampai ditemukannya satu korban justru menjadi akhir dari proses pencarian. Justru ini harus menjadi pintu masuk untuk memperbarui pemodelan arus dan area pencarian,” tegasnya.
Amelia juga mendorong penguatan koordinasi antara Basarnas dengan unsur lain yang dapat mendukung pencarian, termasuk TNI Angkatan Laut, Kepolisian Perairan dan Udara, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, serta aparat dan masyarakat di wilayah pesisir yang berpotensi menjadi lokasi ditemukannya korban maupun material kapal.
Dari sisi Komisi I DPR RI, Amelia mengatakan dukungan terhadap unsur mitra, termasuk apabila diperlukan keterlibatan TNI dalam operasi pencarian, perlu diberikan secara optimal. Ia juga menilai komunikasi dengan Dewan Pers dan organisasi jurnalis penting agar keluarga tujuh korban yang masih hilang memperoleh informasi yang jelas mengenai perkembangan penanganan.
“Bagi kami, yang terpenting adalah negara tetap hadir memberikan kepastian kepada keluarga. Selama masih terdapat petunjuk baru yang secara teknis dapat ditindaklanjuti, setiap kemungkinan harus diperiksa secara serius dan pencarian jangan berhenti hanya karena operasi sebelumnya telah ditutup,” kata Amelia.





















