Nasional

IKN Diproyeksikan Jadi Destinasi Wisata, DPR Andalkan MICE Dongkrak Daya Tarik

16
×

IKN Diproyeksikan Jadi Destinasi Wisata, DPR Andalkan MICE Dongkrak Daya Tarik

Share this article
IKN Diproyeksikan Jadi Destinasi Wisata, DPR Andalkan MICE Dongkrak Daya Tarik
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Nusantara, Kalimantan Timur.(foto:sudutkota.id/dok. DPR RI)

Sudutkota.id – Di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang masih berlangsung, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mendorong kawasan tersebut mulai dipersiapkan sebagai destinasi wisata sekaligus pusat penyelenggaraan kegiatan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE).

Menurutnya, nilai ekonomi IKN sudah bisa dibangun bahkan sebelum seluruh aktivitas pemerintahan berpindah ke ibu kota baru.

Pernyataan itu disampaikan Rahayu usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kalimantan Timur, Senin (13/7/2026).

Menurut Rahayu, tingginya rasa penasaran masyarakat terhadap IKN merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan pemerintah untuk menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

“Bahkan sebelum IKN ini berfungsi secara penuh, saya rasa sudah banyak yang ingin sekali mengunjungi. Jadi sebelum eksekutif, legislatif, dan yudikatif berfungsi penuh, ada kesempatan untuk membuka kawasan ini terlebih dahulu bagi pengunjung. Dengan begitu, UMKM juga bisa mulai menata dan mempersiapkan usahanya,” kata Rahayu.

Ia menilai pengembangan sektor wisata akan memberi dampak ekonomi tidak hanya bagi IKN, tetapi juga wilayah penyangga seperti Balikpapan dan Samarinda. Infrastruktur yang mulai terbangun, termasuk jalan tol menuju kawasan inti, dinilai menjadi modal penting untuk meningkatkan aksesibilitas.

“Ini akan menjadi daya tarik untuk Kalimantan Timur, Balikpapan, dan Samarinda. Tadi kami juga sudah mencoba jalan tolnya, sangat lancar, mulus, dan luas sekali. Mudah-mudahan ini bisa menambah animo bukan hanya wisatawan lokal, tetapi juga internasional untuk melihat ibu kota negara baru yang sangat futuristik,” ujarnya.

Rahayu juga melihat peluang IKN berkembang sebagai pusat penyelenggaraan forum nasional maupun internasional melalui industri MICE. Menurut dia, konsep kota yang menggabungkan arsitektur modern dengan identitas Indonesia menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki daerah lain.

“Bukan hanya untuk pengunjung dalam konteks politik, tetapi juga melalui kegiatan MICE seperti meetings, conferences, dan forum-forum. Saya juga mendengar akan ada kawasan konservasi satwa endemik. Ini menjadi terobosan yang luar biasa sehingga orang datang ke sini bukan hanya untuk urusan politik, tetapi juga untuk pariwisata,” tandasnya.

Meski demikian, rencana menjadikan IKN sebagai destinasi wisata dan pusat MICE masih bergantung pada penyelesaian pembangunan infrastruktur, kesiapan fasilitas pendukung, serta percepatan perpindahan aktivitas pemerintahan. Selama aspek-aspek tersebut belum sepenuhnya terpenuhi, potensi yang disampaikan masih berupa proyeksi.

Rahayu meminta masyarakat bersabar menunggu pembangunan IKN rampung. Ia optimistis ibu kota baru akan menjadi wajah baru Indonesia yang mampu merepresentasikan identitas nasional.

“Sabar, karena tentunya masih dalam rangka pembangunan. Nantikan, karena ini sangat luar biasa dan tidak seperti kota-kota di Indonesia yang lainnya, tetapi sangat merepresentasikan Indonesia. Saya rasa semua akan bangga bahwa Indonesia punya IKN seperti ini,” tutupnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *