Lingkungan Hidup

Hari Bumi 2026, Sahabat Alam Indonesia Tekankan Aksi Nyata Perkuat Ketahanan Pangan hingga Energi

51
×

Hari Bumi 2026, Sahabat Alam Indonesia Tekankan Aksi Nyata Perkuat Ketahanan Pangan hingga Energi

Share this article
Hari Bumi 2026, Sahabat Alam Indonesia Tekankan Aksi Nyata Perkuat Ketahanan Pangan hingga Energi
Ilustrasi Hari Bumi 2026, rehabilirasi terumbu karang.(foto:Sahabat Alam Indonesia)

Sudutkota.id – Peringatan Hari Bumi 2026 tidak lagi sekadar seremoni tahunan. Organisasi lingkungan Sahabat Alam Indonesia justru mendorong perubahan pendekatan dengan menekankan aksi kolektif lintas sektor untuk menjawab krisis lingkungan yang kian kompleks.

Mengusung tema global “Our Power, Our Planet”, Hari Bumi tahun ini menjadi panggilan bagi masyarakat untuk beralih dari simbolik menuju langkah konkret. Isu-isu strategis seperti ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, transisi energi, hingga perlindungan keanekaragaman hayati menjadi sorotan utama.

Founder Sahabat Alam Indonesia, Andik Syaifudin menilai, meningkatnya frekuensi bencana alam di Indonesia harus dimaknai sebagai sinyal kuat untuk mempercepat perubahan perilaku dan kebijakan. Menurutnya, tantangan lingkungan saat ini tidak bisa diselesaikan secara parsial.

“Ketahanan pangan, air, dan energi harus diperkuat di tengah tekanan perubahan iklim dan ketidakpastian global. Kuncinya ada pada pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta keseimbangan antara ekologi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi model hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, sektor swasta, komunitas, organisasi non-pemerintah, serta media. Sinergi ini dinilai krusial untuk mengurai akar persoalan lingkungan sekaligus memperkuat perlindungan ruang hidup secara berkelanjutan.

Selain itu, lanjut Andik, sejumlah agenda prioritas yang perlu mendapat perhatian mencakup, penguatan sistem ketahanan pangan berbasis lokal, perlindungan sumber air dan daerah aliran sungai, pengurangan dan pengelolaan sampah terpadu, pelestarian kawasan hutan dan laut, pemanfaatan energi ramah lingkungan, juga pengawasan terhadap pencemaran lingkungan.

Di tingkat masyarakat, gerakan kecil dinilai tetap memiliki dampak besar jika dilakukan secara konsisten dan kolektif. Mulai dari penanaman pohon, rehabilitasi terumbu karang, pengembangan ekowisata, hingga pemberdayaan UMKM berbasis lingkungan menjadi bagian dari solusi nyata.

Di momentum Hari Bumi 2026 ini, lanjut Andik, menjadi pengingat bahwa keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aktivis, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan aksi kolektif yang terarah, bumi diharapkan tetap menjadi ruang hidup yang layak bagi generasi saat ini maupun mendatang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *