Daerah

Harga Sapi Mulai Naik, Dispangtan Kota Malang Jamin Stok Kurban Tetap Aman

3
×

Harga Sapi Mulai Naik, Dispangtan Kota Malang Jamin Stok Kurban Tetap Aman

Share this article
Harga Sapi Mulai Naik, Dispangtan Kota Malang Jamin Stok Kurban Tetap Aman
Kadis Pangan dan Pertanian Kota Malang, Drs Slamet Husnan Hariyadi, saat meninjau kandang penampung sapi.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga sapi di pasaran mulai menunjukkan tren kenaikan. Meski demikian, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang memastikan ketersediaan hewan kurban tetap dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Drs Slamet Husnan Hariyadi, mengungkapkan bahwa saat ini harga daging sapi masih berada di bawah harga acuan pemerintah, yakni sekitar Rp135.000 per kilogram. Namun, kenaikan harga mulai terasa seiring berkurangnya ketersediaan sapi di pasaran.

“Memang saat ini masih di bawah harga acuan, sekitar Rp135.000. Tapi kenaikan mulai terjadi karena ketersediaan sapi lokal mulai berkurang. Ini bisa jadi strategi peternak, di mana penjualan dilakukan mendekati momen Idul Adha,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Ia menjelaskan, selain faktor sapi lokal, pasokan sapi impor juga ikut memengaruhi harga. Menurutnya, ketersediaan sapi dari negara asal mengalami penurunan, sehingga berdampak pada distribusi di dalam negeri.

“Sapi impor juga mulai berkurang karena ketersediaan di negara asal menurun. Bahkan importir cenderung menahan distribusi. Ini yang ikut memicu kenaikan harga di pasar,” jelasnya.

Meski demikian, Slamet menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan hewan kurban. Berdasarkan perkiraan sementara, jumlah ternak yang siap untuk Idul Adha di Kota Malang berkisar antara 2.500 hingga 3.000 ekor.

“Untuk potensi kebutuhan Idul Adha, kami perkirakan sekitar 2.500 sampai 3.000 ekor ternak. Insyaallah masih aman, meskipun ini masih bersifat prediksi karena aktivitas jual beli belum sepenuhnya berjalan,” katanya.

Di sisi lain, Dispangtan juga terus memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh ternak yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit, terutama penyakit mulut dan kuku (PMK).

Dalam proses pengawasan, Dispangtan melibatkan ratusan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan serta Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Mereka diterjunkan langsung ke lapangan untuk membantu monitoring di berbagai titik penjualan hewan kurban.

“Biasanya ada sekitar 500 mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan dan 50 sampai 100 mahasiswa dari Fakultas Peternakan. Mereka kami libatkan untuk memastikan ternak yang masuk ke Kota Malang sehat,” ungkapnya.

Selain itu, setiap hewan ternak yang masuk ke wilayah Kota Malang diwajibkan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Pengawasan juga diperketat pada lalu lintas hewan dari luar daerah dengan melibatkan tim teknis kesehatan hewan (Tiswan).

Slamet menambahkan, hingga saat ini kondisi Kota Malang masih dinyatakan aman dari kasus PMK. Hal ini berkat upaya vaksinasi yang telah dilakukan secara intensif dalam dua hingga tiga bulan terakhir.

“Alhamdulillah, sampai hari ini nihil PMK. Kami terus melakukan vaksinasi dan pengawasan sesuai arahan dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur,” tegasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *