Sudutkota.id – Seleksi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) 2026 tingkat Kota Malang resmi digelar di SMA Katolik St. Albertus (SMA Dempo), Rabu (29/4). Ajang tahunan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus panggung kompetisi bagi pelajar SMA/MA/SMK sederajat untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka di bidang seni dan sastra.
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai sekolah ini menampilkan beragam cabang lomba, mulai dari seni tari, musik, teater, hingga kriya. Suasana kompetisi tampak hidup, terutama pada lomba kriya, di mana para peserta terlihat serius dan teliti menyelesaikan karya dengan berbagai bahan dan teknik kreatif.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang, Bu Dewi, menegaskan bahwa FLS2N bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian penting dari proses pendidikan yang menyeluruh. Menurutnya, siswa tidak hanya diasah secara akademik, tetapi juga diberi ruang untuk mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, serta kemampuan berekspresi.
“Ajang ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga. Anak-anak tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar berproses, berkolaborasi, dan menampilkan karya terbaiknya,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan FLS2N 2026. Ia menekankan bahwa pendidikan tidak bisa hanya berfokus pada capaian akademik semata, melainkan juga harus memberikan ruang luas bagi pengembangan potensi non-akademik, khususnya di bidang seni.
“Apresiasi itu jangan hanya pada akademik, tetapi juga non-akademik. Seni itu sangat luas, ada kriya, seni lukis, tari, musik, hingga seni pertunjukan lainnya. Semua ini penting untuk membentuk karakter dan kreativitas anak-anak,” ungkapnya.
Menurut Ginanjar, kegiatan seperti FLS2N merupakan bagian dari proses pendidikan yang tidak bisa tergantikan. Selain mengasah bakat, siswa juga dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, serta berani tampil menunjukkan hasil karya mereka di hadapan publik.
Ia juga mengapresiasi panitia pelaksana yang dinilai mampu menyelenggarakan kegiatan dengan baik dan memberikan ruang kompetisi yang sehat bagi para pelajar. Ke depan, ia berharap pelaksanaan FLS2N dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas maupun jangkauan peserta.
Lebih jauh, Ginanjar menyoroti pentingnya sinergi antara sekolah, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong prestasi siswa. Ia berharap sekolah tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga aktif membina bakat dan minat siswa di berbagai bidang.
“Kita ingin sekolah mendidik anak secara utuh, bukan hanya akademik. Dengan dukungan semua pihak, kita harapkan prestasi anak-anak bisa menembus tingkat provinsi hingga nasional,” tegasnya.
Menurutnya, capaian prestasi di bidang seni juga memiliki kontribusi besar dalam mengangkat nama daerah. Dengan semakin banyaknya siswa berprestasi, maka citra Kota Malang sebagai kota pendidikan juga akan semakin kuat, bahkan di tingkat nasional.
Melalui FLS2N 2026 ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di berbagai bidang. Ajang ini sekaligus menjadi bukti bahwa dunia pendidikan terus bergerak untuk menciptakan ruang yang inklusif bagi seluruh potensi siswa.




















