Sudutkota.id – Kecelakaan beruntun yang melibatkan dua truk dan satu sepeda motor terjadi di Jalan Raya Dusun Miagan, Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Dalam peristiwa tersebut, seorang pengatur lalu lintas sukarela (supeltas) bernama Anton Prasetyo (20) meninggal dunia.
Korban merupakan warga Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung. Anton sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Miagan sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya.
Saksi mata di lokasi, Andri (42), mengatakan kecelakaan bermula saat truk Mitsubishi bernomor polisi AG 8911 UF yang dikemudikan Askur (70), warga Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, melaju dari arah barat ke timur.
“Truk menabrak sepeda motor Honda Beat bernomor polisi S 2109 NJM yang sedang berhenti di sisi kiri jalan,” kata Andri, Minggu (14/6/2026).
Menurut Andri, pengendara Honda Beat bernama Sukiman (58), warga Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, berhenti karena ada pengatur jalan yang sedang membantu kendaraan melakukan putar balik di lokasi kejadian.
Usai menabrak sepeda motor, truk Mitsubishi tersebut kemudian menghantam Anton yang berada di tepi jalan. Saat itu, korban sedang membantu mengatur arus lalu lintas dan kendaraan yang hendak berputar arah.
“Setelah menabrak motor, truk itu langsung menghantam Anton yang berada di pinggir jalan. Korban mengalami luka parah akibat benturan keras,” ujarnya.
Tidak berhenti di situ, truk Mitsubishi tersebut juga menabrak sebuah truk lain. Namun, identitas kendaraan dan pengemudinya belum diketahui karena langsung meninggalkan lokasi kejadian setelah insiden berlangsung.
Akibat kecelakaan beruntun di Mojoagung Jombang tersebut, Anton Prasetyo meninggal dunia setelah menjalani penanganan medis di Puskesmas Miagan.
Sementara itu, pengendara Honda Beat, Sukiman, mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Jombang.
Sedangkan sopir truk Mitsubishi, Askur, serta penumpangnya Bagas Prasetyo Mahendra (26), warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.
Terpisah, Unit Gakkum Satlantas Polres Jombang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut tersebut. Polisi juga menelusuri identitas truk yang terlibat dan meninggalkan lokasi kejadian.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, mengatakan sejumlah kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kronologi kejadian.
“Pemeriksaan saksi-saksi masih dilakukan untuk memastikan penyebab kecelakaan yang menewaskan satu orang tersebut,” pungkas Siswanto.




















