DaerahKriminal

Dugaan Perundungan SMPN 1 Blora Masuk Penyelidikan Polres

8
×

Dugaan Perundungan SMPN 1 Blora Masuk Penyelidikan Polres

Share this article
Ilustrasi dugaan perundungan terhadap siswa di lingkungan sekolah. (Ilustrasi: Sudutkota.id)

BLORA, Sudutkota.id – Kasus dugaan perundungan terhadap seorang siswa SMP Negeri 1 Blora memasuki babak baru. Polres Blora kini melakukan penyelidikan untuk mengusut dugaan kekerasan yang dilaporkan korban.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blora, Ipda Subiyanto, membenarkan bahwa laporan tersebut telah ditindaklanjuti oleh kepolisian.

“Kami masih menindaklanjuti untuk proses penyelidikan,” kata Subiyanto saat dihubungi Sudutkota.id, Kamis (13/8/2026).

Penyelidikan dilakukan setelah pihak keluarga korban memilih membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Sebelumnya, pihak sekolah sempat berupaya melakukan mediasi antara keluarga korban dan siswa yang diduga terlibat.

Kepala SMPN 1 Blora, Ainur Rofiq, mengatakan pihak sekolah mengetahui adanya laporan ke Polres Blora setelah agenda mediasi dengan orang tua siswa tidak terlaksana.

“Setelah melaporkan ke Polres, saya sampaikan kepada anak-anak dan orang tua yang terlibat. Si korban memilih melaporkan ke Polres,” ujarnya.

Dalam penanganan awal, sekolah menyebut terdapat empat siswa yang diduga sebagai pelaku utama serta sejumlah siswa lain yang disebut ikut terlibat. Para siswa tersebut merupakan siswa kelas IX.

Dugaan perundungan disebut terjadi dua kali pada awal Agustus 2026. Korban dilaporkan mengalami luka pada bagian bibir serta memar di wajah dan telah mendapatkan perawatan medis.

Pihak sekolah sebelumnya telah meminta keterangan dari sejumlah siswa dan melakukan konfirmasi kepada pihak keluarga korban. Namun, karena perkara telah dilaporkan kepada kepolisian, proses selanjutnya kini berada dalam penanganan aparat penegak hukum.

Polisi Telusuri Kronologi

Penyelidikan Polres Blora menjadi tahapan penting untuk memastikan rangkaian kejadian, pihak-pihak yang terlibat, serta dugaan tindakan kekerasan yang dialami korban.

Kanit PPA Polres Blora belum menjelaskan secara rinci materi penyelidikan maupun langkah pemeriksaan terhadap siswa yang diduga terlibat.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Blora sebelumnya telah meminta sekolah dan pihak terkait menangani kasus tersebut secara hati-hati mengingat seluruh siswa yang terlibat masih berusia anak.

Kepala Dinas Pendidikan Blora, Sunaryo, mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus tersebut dan memastikan proses pendidikan para siswa tetap berjalan.

Di sisi lain, SMPN 1 Blora mulai memperketat pengawasan di lingkungan sekolah, terutama pada jam istirahat yang dinilai menjadi waktu rawan. Sekolah juga berencana menambah CCTV serta menempatkan petugas di sejumlah titik.

Dengan masuknya kasus ini ke tahap penyelidikan, perkembangan selanjutnya akan menunggu hasil pendalaman Polres Blora terhadap laporan dan keterangan dari pihak-pihak terkait.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *