Daerah

Limbah Cair Diduga Meluap ke Got, KBM SMPN 4 Jombang Dialihkan ke Daring

17
×

Limbah Cair Diduga Meluap ke Got, KBM SMPN 4 Jombang Dialihkan ke Daring

Share this article
Limbah Cair Diduga Meluap ke Got, KBM SMPN 4 Jombang Dialihkan ke Daring
Tempat usaha yang diduga sumber dari bau busuk.(Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMPN 4 Jombang terganggu akibat bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair usaha pengolahan ayam di sekitar sekolah.

Bau busuk tersebut membuat sejumlah siswa mengalami mual hingga muntah. Pihak sekolah kemudian memutuskan memulangkan siswa dan mengalihkan kegiatan pembelajaran menjadi dalam jaringan (daring).

Aroma tidak sedap yang diduga berasal dari fasilitas pengemasan ayam PT Jombang Pangan Nusantara (JPN) yang berada di sebelah bangunan sekolah itu disebut semakin kuat dalam tiga hari terakhir.

Kondisi tersebut memicu keluhan dari pihak sekolah dan wali murid. Persoalan ini kemudian mendapat perhatian dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang.

Kepala SMPN 4 Jombang, Slamet Agus Tri Prastyo, mengatakan bau menyengat sebenarnya sudah mulai tercium beberapa hari sebelum kondisi memburuk.

Menurut dia, puncaknya terjadi pada hari ketiga ketika aroma yang disebut menyerupai bau limbah organik mulai memenuhi area ruang kelas.

“Siswa sampai mual dan muntah-muntah, guru-guru juga tidak sanggup mengajar di dalam kelas. Karena mengutamakan kesehatan dan keselamatan anak-anak, saya langsung berkoordinasi dengan dinas untuk mengizinkan pembelajaran dialihkan secara daring,” ujar Agus, Senin (28/9/2026).

Pihak sekolah kemudian bersama sejumlah guru mendatangi lokasi usaha pengolahan ayam yang berada tepat di sebelah bangunan kelas.

Di lokasi tersebut, pihak sekolah menemukan adanya air limbah cair yang meluap dari area pengolahan dan mengalir menuju saluran got umum.

“Luapan tersebut diduga terjadi akibat penyumbatan saluran sanitasi oleh endapan lemak dan kotoran,” ucapnya.

Agus juga menyebut adanya aktivitas pencucian ayam di lokasi yang menurutnya seharusnya digunakan untuk pengemasan.

“Fasilitas di sini seharusnya hanya untuk pengemasan ayam, bukan tempat pencucian. Tapi ternyata pekerja melakukan pencucian di lokasi ini sehingga limbah cairnya menyumbat dan meluap,” terang Agus.

Agus mengatakan pihak sekolah sebenarnya telah berupaya menghubungi perwakilan pabrik sejak hari pertama bau menyengat muncul.

Namun, komunikasi melalui pesan WhatsApp disebut sempat terkendala karena nomor telepon karyawan yang sebelumnya digunakan telah berganti.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak sekolah juga mengaku pernah menyampaikan keluhan terkait suara bising mesin serta asap hitam dari aktivitas pembakaran sampah yang masuk ke area sekolah ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Selanjutnya, pemilik PT Jombang Pangan Nusantara, Atta bersama istrinya, Anisa, kemudian menemui pihak sekolah untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut.

Pihak manajemen disebut mengakui adanya kelalaian pekerja yang melakukan aktivitas pencucian ayam di lokasi fasilitas pengemasan.

Sebagai langkah penanganan, armada truk penyedot limbah dikerahkan untuk menguras cairan dari saluran penampungan. Petugas juga melakukan penyemprotan cairan penghilang bau di sekitar lokasi.

Pihak pemilik usaha juga menyampaikan rencana menghentikan aktivitas pencucian ayam di lokasi tersebut dan memindahkan proses pencucian ke fasilitas lain.

Menindaklanjuti keluhan mengenai bau yang mengganggu kegiatan belajar mengajar di SMPN 4 Jombang, DLH Jombang bersama Disdikbud Jombang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi usaha PT Jombang Pangan Nusantara.

Dalam sidak tersebut, petugas bertemu langsung dengan pemilik usaha, Atta dan Anisa.

Namun, hingga berita ini ditulis, pihak pemilik usaha belum memberikan keterangan resmi kepada media terkait hasil sidak tersebut. Pemilik usaha juga tidak bersedia kegiatan sidak didokumentasikan.

Sementara itu, hasil pemeriksaan dan langkah lanjutan dari instansi terkait masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *