Sudutkota.id– Sebanyak 100 ribu data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jombang diduga bocor dan beredar di dark web, memicu kekhawatiran terkait keamanan data pribadi warga dan sistem layanan publik daerah.
Informasi kebocoran data Bapenda Jombang tersebut mencuat setelah akun media sosial X @DailyDarkWeb mengunggah temuan dataset yang diduga berasal dari sistem layanan pemerintah daerah.
“Dataset yang dilaporkan berisi 100.000 catatan (2025–2026) dalam format CSV,” tulis akun tersebut, dikutip Selasa (28/4/2026).
Dalam unggahan itu dijelaskan, data yang bocor mencakup berbagai informasi sensitif, mulai dari nama warga, nomor telepon, hingga detail permintaan layanan pajak dan administrasi.
Tak hanya itu, dataset tersebut juga memuat jenis aplikasi layanan, status pemrosesan, data lokasi seperti desa dan kecamatan, hingga metadata internal seperti petugas entri, jadwal penanganan, dan catatan administrasi.
Akun tersebut menilai sistem yang diretas kemungkinan merupakan platform pengelolaan layanan publik dan pajak daerah, sehingga tingkat sensitivitas data dinilai sangat tinggi.
“Kemungkinan sistem ini mengelola permintaan layanan publik dan pajak, menjadikan data tersebut sangat sensitif,” lanjut unggahan tersebut.
Terpisah, Lutfi Utomo (42) warga Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang mengaku khawatir lantaran data pribadinya beredar di dark web.
“Ya jelas khawatir nanti takutnya data pribadi kita disalahgunakan, oleh orang yang tidak bertanggungjawab,” paparnya.
Ia berharap agar pemerintah kabupaten Jombang, bisa segera mengatasi persoalan tersebut.
“Harusnya Pemkab Jombang yang bertanggungjawab terkait persoalan ini,” tukasnya.
Meski isu kebocoran data Bapenda Jombang 2026 ini telah beredar luas, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang.
Kepala Bapenda Jombang, Sholahuddin Hadi Sucipto, juga belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait dugaan kebocoran data tersebut.
Kasus dugaan kebocoran data ini menambah daftar panjang ancaman keamanan siber di sektor pemerintahan daerah.




















