Nasional

DPR Minta Latsarmil Pengelola Koperasi Tak Melenceng dari Tujuan, Soroti Pembentukan Karakter Bukan Militerisasi

17
×

DPR Minta Latsarmil Pengelola Koperasi Tak Melenceng dari Tujuan, Soroti Pembentukan Karakter Bukan Militerisasi

Share this article
DPR Minta Latsarmil Pengelola Koperasi Tak Melenceng dari Tujuan, Soroti Pembentukan Karakter Bukan Militerisasi
Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto memberikan keterangan kepada awak media terkait pelaksanaan Latsarmil bagi calon manajer Koperasi Merah Putih di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.(foto:sudutkota.id/dok. DPR RI)

Sudutkota.idKetua Komisi I DPR RI, Utut Adianto menegaskan pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak boleh dimaknai sebagai upaya militerisasi warga sipil.

Menurutnya, pelatihan tersebut harus tetap berpijak pada tujuan utamanya, yakni membentuk karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan.

Pernyataan itu disampaikan Utut di tengah perhatian publik terhadap keterlibatan institusi pertahanan dalam program yang berkaitan dengan pengelolaan koperasi. Ia menegaskan esensi Latsarmil bukan terletak pada latihan fisik semata, melainkan pada penanaman nilai-nilai yang dibutuhkan seorang pemimpin di tingkat masyarakat.

“Mereka menanamkan tata nilai, kedisiplinan, dan satu lagi sikap kesatria. Tata nilai bukan sekadar menjaga koperasi. Yang paling penting adalah menanamkan values atau tata nilai. Disiplin juga menjadi hal utama, dan yang terakhir membentuk jiwa kesatria. Jiwa kesatria itu apa? Menikah dengan tugas,” kata Utut kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (1/7/2026).

Menurut Utut, karakter yang kuat menjadi modal utama bagi calon manajer koperasi untuk mengelola organisasi yang akan bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Karena itu, ia mengingatkan agar pelatihan tidak bergeser dari orientasi pembentukan integritas menjadi sekadar aktivitas beraroma militer.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai Program Koperasi Desa Merah Putih memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa pelaksanaannya harus dijaga agar tidak menimbulkan persoalan baru yang justru merusak kepercayaan publik.

“Program ini memiliki niatan yang akan memiliki dampak yang besar terhadap pertumbuhan mikro dan makro ekonomi nasional. Maka itu program ini harus dijalankan secara baik agar tidak memiliki dampak yang buruk kepada citra pemerintah dan juga kepada niatan-niatan tulus yang didorong oleh Presiden Prabowo,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto menjelaskan bahwa Latsarmil dirancang untuk membentuk disiplin, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, serta memperkuat integritas calon manajer koperasi. Menurutnya, pendidikan bela negara telah lama dimanfaatkan berbagai kementerian dan perusahaan sebagai sarana membangun karakter sumber daya manusia yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja secara efektif.

Meski demikian, pelaksanaan Latsarmil bagi calon pengelola koperasi tetap menjadi perhatian publik. Sejumlah kalangan menilai pemerintah perlu memastikan bahwa pelatihan tersebut benar-benar berorientasi pada peningkatan kapasitas manajerial dan kepemimpinan, tanpa mengaburkan batas antara pendidikan karakter dan pendekatan militer dalam program sipil.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *