MAUMERE, Sudutkota.id – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum BMKG mengakhirinya pada pukul 07.30 WIB.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan gempa dangkal dengan kedalaman 15 kilometer itu disebabkan aktivitas Flores Back-Arc Thrust.
Hasil pemutakhiran parameter BMKG menunjukkan episentrum gempa berada di laut pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT.
Guncangan gempa dirasakan dengan intensitas hingga VI Modified Mercalli Intensity (MMI). Skala V MMI dirasakan di Kota Ende, Borong, dan Ruteng. Sementara skala VI MMI dirasakan masyarakat di Wolowae, Kabupaten Nagekeo, serta Kota Bajawa.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan hingga pukul 07.07 WIB tercatat 37 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo M3,6 hingga M6,2. Salah satu gempa susulan tersebut dirasakan masyarakat.
Menurut Wijayanto, kawasan busur belakang Flores memiliki potensi gempa maksimum mencapai M7,8 hingga M7,9.
Catatan sejarah menunjukkan gempa serupa pernah terjadi pada 1992 dengan kekuatan M7,5 yang menyebabkan kerusakan dan tsunami. Peristiwa tersebut menjadi salah satu catatan penting aktivitas seismik di wilayah busur belakang Flores.
Dampak gempa juga mulai terlihat di sejumlah wilayah. Beberapa bagian tembok rumah sederhana dilaporkan roboh di Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas Pelabuhan Maumere dan bangunan Hotel Jayakarta Bajo.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengatakan tim BMKG telah diterjunkan ke sejumlah lokasi terdampak untuk melakukan survei kerusakan secara menyeluruh.
Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB Berton SP. Panjaitan mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas penanganan pascagempa.
Data sementara BNPB mencatat satu orang meninggal dunia. Data korban dan kerusakan masih dalam proses verifikasi bersama BMKG, BPBD, pemerintah daerah, dan unsur terkait.




















