Sudutkota.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nias Selatan (Nisel) turun langsung meninjau ketersediaan dan kelancaran penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) serta LPG tabung 3 kg di sejumlah titik SPBU dan penyalur LPG di wilayah Teluk Dalam, Jumat (7/8/2026).
Peninjauan dilakukan guna mengurai akar penyebab antrean panjang kendaraan serta kelangkaan pasokan yang dikeluhkan masyarakat belakangan ini.
Kepala Disperindag Nisel, Faduhusi Martyn Loi, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dan pengecekan di lapangan bersama para pengelola SPBU, ditemukan bahwa penyebab utama keterlambatan pasokan adalah kondisi kerusakan ruas Jalan Nasional Gunungsitoli – Teluk Dalam.
Kondisi jalan yang rusak membuat truk tangki berkapasitas besar sebesar 15.000 liter tidak dapat melintas dengan aman. Akibatnya, pengiriman BBM terpaksa dialihkan menggunakan truk tangki berkapasitas lebih kecil, yaitu hanya 5.000 liter per perjalanan.
“Keterbatasan kapasitas armada pengangkut yang tersedia membuat pemenuhan kuota harian SPBU memakan waktu jauh lebih lama dibandingkan biasanya. Selain itu, pelayanan di SPBU juga sempat terhambat oleh gangguan jaringan komunikasi yang menghambat proses pemindaian kode batang (barcode), sehingga memperlambat kecepatan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Martyn Loi.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan kendala yang sama turut berdampak pada penyaluran LPG bersubsidi. Karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan, muatan yang biasanya diangkut secara penuh kini terpaksa dikurangi, sehingga jumlah pasokan yang tiba di wilayah Teluk Dalam menjadi berkurang dan belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan harian warga.
Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menegaskan komitmen untuk terus mengawal permasalahan ini secara serius. Pemerintah daerah akan berkoordinasi secara lintas sektor guna mencari solusi sementara sekaligus mendesak perbaikan jalan yang menjadi akar utama kendala tersebut.
Pemkab berharap dengan langkah-langkah yang sedang diupayakan, pasokan BBM dan LPG bagi masyarakat Nias Selatan dapat kembali lancar, stabil, dan terjangkau dalam waktu sesegera mungkin.




















