Politik

Bulan Bung Karno 2026, Amithya Serukan Penguatan Ideologi Lewat Aksi Sosial dan Lingkungan

18
×

Bulan Bung Karno 2026, Amithya Serukan Penguatan Ideologi Lewat Aksi Sosial dan Lingkungan

Share this article
Bulan Bung Karno 2026, Amithya Serukan Penguatan Ideologi Lewat Aksi Sosial dan Lingkungan
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menyampaikan sambutan sekaligus membuka diskusi Bulan Bung Karno 2026 di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Selasa (16/6/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Peringatan Bulan Bung Karno 2026 dimanfaatkan DPC PDI Perjuangan Kota Malang untuk menegaskan bahwa penguatan ideologi tidak cukup dilakukan melalui forum diskusi atau kegiatan seremonial.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menekankan pentingnya menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam aksi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan Amithya saat membuka kegiatan diskusi Bulan Bung Karno di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Selasa (16/6/2026).

Di hadapan jajaran pengurus partai mulai tingkat DPC, PAC hingga ranting, ia mengajak seluruh kader memperkuat pemahaman terhadap pemikiran Bung Karno sebagai bekal menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Menurutnya, Indonesia saat ini dihadapkan pada berbagai dinamika, mulai dari polarisasi sosial, derasnya arus informasi digital, hingga perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Dalam situasi tersebut, kader partai maupun masyarakat membutuhkan landasan berpikir yang kokoh agar tidak kehilangan arah.

“Filter yang paling penting ada pada diri kita sendiri. Karena itu, dasar filosofis bangsa berupa Pancasila harus terus menjadi pegangan dalam bersikap dan bertindak,” ujar Amithya.

Ia menilai pemikiran Bung Karno masih memiliki relevansi kuat untuk menjawab tantangan masa kini. Sebagai negara yang memiliki keragaman suku, budaya, agama, dan latar belakang sosial, Indonesia membutuhkan semangat persatuan yang terus dirawat melalui implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Amithya mengingatkan bahwa kader partai dituntut tidak hanya memahami ideologi secara konseptual, tetapi juga mampu menunjukkan karakter yang mencerminkan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Ketika kita berada di tengah masyarakat, karakter dan tindakan kita harus menjadi cerminan dari nilai-nilai yang selama ini diajarkan Bung Karno,” katanya.

Rangkaian Bulan Bung Karno tahun ini, lanjut Amithya, telah dimulai sejak 1 Juni melalui upacara memperingati Hari Lahir Pancasila. Setelah itu, berbagai kegiatan digelar untuk menghubungkan penguatan ideologi dengan program yang memiliki dampak langsung bagi warga.

Pada Selasa pagi sebelum forum diskusi berlangsung, jajaran DPC PDI Perjuangan Kota Malang bersama sejumlah pengurus PAC dan kader melakukan penebaran bibit ikan wader di kawasan Rolak Gadang. Kegiatan tersebut dipilih bukan hanya sebagai simbol kepedulian lingkungan, tetapi juga memiliki tujuan ekologis dan sosial.

Menurut Amithya, keberadaan ikan wader dapat menjadi indikator bahwa kualitas ekosistem sungai masih terjaga. Selain membantu menjaga keseimbangan lingkungan dengan memakan jentik-jentik, ikan tersebut diharapkan berkembang biak dan dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai sumber pangan yang terjangkau.

“Harapannya, masyarakat bisa memanfaatkan potensi lingkungan sekitar sekaligus ikut menjaga kelestarian sungai. Jadi manfaat ekologis dan manfaat sosialnya berjalan beriringan,” jelasnya.

Selain kegiatan lingkungan, DPC PDI Perjuangan Kota Malang juga menyiapkan agenda pemberdayaan ekonomi melalui bazar dan pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program tersebut dirancang untuk memperkuat semangat gotong royong sekaligus memberikan ruang promosi bagi usaha masyarakat.

Diskusi ideologi yang digelar dalam Bulan Bung Karno kali ini mengambil inspirasi dari pidato 1 Juni Bung Karno dengan menggali kembali sari pati Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Amithya berharap hasil diskusi tidak berhenti di ruang pertemuan, melainkan menjadi bekal bagi kader saat berinteraksi dengan masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh kader untuk tetap optimistis menghadapi berbagai tantangan ke depan dan terus menjaga konsistensi dalam mengabdi kepada masyarakat.

“Jangan putus asa menghadapi tantangan. Dengan kebersamaan dan berpegang pada nilai-nilai Pancasila, kita bisa terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *