Nasional

Atalia Dorong Verifikasi Istitaah Haji Diperketat hingga Embarkasi

12
×

Atalia Dorong Verifikasi Istitaah Haji Diperketat hingga Embarkasi

Share this article
Atalia Dorong Verifikasi Istitaah Haji Diperketat hingga Embarkasi
Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya saat menyampaikan pandangan terkait penguatan verifikasi istitaah kesehatan calon jemaah haji di Kota Depok.(Sudutkota.id/Staff)

JAKARTA, Sudutkota.id – Kesiapan kesehatan calon jemaah haji dinilai tidak cukup hanya ditentukan melalui satu kali pemeriksaan. Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya mendorong verifikasi istitaah kesehatan dilakukan secara berjenjang hingga embarkasi agar jemaah yang diberangkatkan benar-benar siap menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Menurut Atalia, pemeriksaan kesehatan perlu dikawal sejak tingkat puskesmas, fasilitas kesehatan berikutnya, hingga pemeriksaan terakhir di embarkasi. Setiap tahapan harus memiliki fungsi verifikasi yang jelas sehingga kondisi calon jemaah dapat dipastikan sebelum keberangkatan, bukan baru diketahui setelah tiba di Arab Saudi.

“Yang paling penting kita melakukan verifikasi secara bertahap. Kalaulah dimulai dari puskesmas, kemudian nanti dari puskesmas dan sebagainya, termasuk sampai bertahap sampai nanti di embarkasi,” ujar Atalia saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Kota Depok, Jawa Barat, Senin (14/9/2026).

Dorongan tersebut muncul karena calon jemaah yang telah melewati berbagai tahapan pemeriksaan masih berpotensi mengalami gangguan kesehatan setelah tiba di Tanah Suci. Bagi Atalia, kondisi semacam itu menunjukkan pentingnya memastikan kesiapan fisik jemaah secara lebih menyeluruh sebelum mereka diberangkatkan.

“Jangan lagi sampai ada yang lolos dari berbagai tahapan tersebut, ternyata mereka harus tetap terbang, tapi ternyata pada saat mereka baru mendarat, mereka sakit di sana,” tegasnya.

Jika kondisi tersebut terjadi, persoalannya tidak hanya menyangkut jemaah yang bersangkutan. Gangguan kesehatan setelah kedatangan juga dapat menambah beban pelayanan kesehatan selama jemaah berada di Tanah Suci. Atalia menilai keberangkatan haji seharusnya memberi ruang bagi jemaah untuk menjalankan ibadah secara optimal, bukan justru berakhir dengan perawatan.

“Belum pernah mengalami perjalanan ibadah haji yang sebenarnya, karena hanya seolah-olah memindahkan tempat mereka untuk dirawat ke tempat yang baru,” tuturnya.

Karena itu, Atalia mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan, sekaligus memperluas edukasi kepada calon jemaah. Pembekalan tersebut perlu menekankan bahwa kesiapan haji tidak hanya menyangkut mental dan pemahaman ibadah, tetapi juga kondisi fisik yang harus dipersiapkan sejak jauh hari.

Atalia berharap calon jemaah memiliki waktu yang cukup untuk menjaga dan mempersiapkan kondisi kesehatannya sebelum keberangkatan. Menurutnya, seluruh tahapan istitaah pada akhirnya harus diarahkan untuk satu tujuan, yakni memastikan keselamatan jemaah sehingga mereka dapat menjalankan ibadah haji dengan kondisi yang lebih siap.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *