Nasional

Riset BRIN Dituntut Berdampak, dari Karhutla hingga Energi Impor

16
×

Riset BRIN Dituntut Berdampak, dari Karhutla hingga Energi Impor

Share this article
Riset BRIN Dituntut Berdampak, dari Karhutla hingga Energi Impor
Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria di Istana Merdeka, Jakarta.(Sudutkota.id/Setpres)

JAKARTA, Sudutkota.id – Pemerintah mendorong hasil riset nasional segera memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Mulai dari penanganan karhutla, energi alternatif, vaksin malaria, hingga pengolahan sampah, tantangannya kini memastikan inovasi tidak berhenti di laboratorium.

Hal itu dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Kepala BRIN, Arif Satria di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (27/10/2026). Arif melaporkan sejumlah riset strategis yang dikembangkan BRIN untuk menjawab berbagai persoalan tersebut.

“Bapak Presiden terus memantau karhutla dan terus menekankan betapa hasil riset untuk memecahkan masalah karhutla baik jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang ini harus dilakukan,” tutur Arif.

Untuk menangani karhutla, BRIN bekerja sama dengan BMKG, BNPB, Kementerian Kehutanan, dan TNI Angkatan Udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), termasuk operasi dry ice. BRIN juga mengembangkan model perambatan api untuk membantu mengantisipasi kebakaran pada masa mendatang.

Di sektor energi, BRIN menyebut limbah sawit berpotensi menghasilkan listrik hingga 3,9 gigawatt. Arif juga menilai pengolahan biogas menjadi gas tabung dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap LPG impor.

“Jadi saat ini kita mengimpor LPG kurang lebih 97 triliun per tahun dengan adanya biogas yang bisa dikonversi menjadi gas tabung, saya kira ini akan menjadi salah satu solusi energi kita ke depan,” ucap Arif.

Di bidang kesehatan, BRIN mengembangkan empat kandidat vaksin malaria dan 19 kandidat obat herbal yang diarahkan menuju kategori fitofarmaka. Presiden meminta riset vaksin dipercepat, dengan harapan pengembangannya dapat selesai tiga tahun lebih cepat dari jadwal semula. Namun, kandidat riset belum berarti produk siap digunakan masyarakat.

“Bapak Presiden mengarahkan bagaimana teknologi-teknologi level rumah tangga dan level desa ini segera diimplementasikan. Karena BRIN memang bukan lembaga yang memang bertugas memproduksi. Kita hanya membuat prototype, tapi kita ingin memastikan bahwa prototype yang kita buat ini membawa manfaat dan bisa digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *