JAKARTA, Sudutkota.id – Warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak boleh terus dibiarkan menghirup asap. Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan mendesak pemerintah mempercepat penanganan, terutama untuk melindungi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.
“Ya, tentu kita minta pemerintah bekerja bergerak superkilat, lebih dobel gardan. Karena ini sudah tiga bulan, sudah hampir empat bulan. Kita tidak boleh membiarkan masyarakat berlama-lama hidup di tengah asap yang mereka hirup,” ujar Daniel di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Daniel meminta pemerintah memastikan warga memperoleh masker, akses oksigen, dan pelayanan kesehatan yang memadai. Ia juga mengusulkan kamp oksigen sebagai tempat perlindungan sementara bagi warga yang rentan atau mengalami gangguan pernapasan akibat asap.
“Bahkan kalau perlu dibentuk kamp oksigen bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan orang tua yang sudah ISPA atau sudah tidak sanggup. Bisa masuk ke kamp khusus agar terbebas dari asap,” katanya.
Namun, perlindungan darurat saja tidak cukup jika sumber kebakaran terus berulang. Daniel meminta Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional yang baru dibentuk segera memperbaiki kanal gambut yang rusak, memulihkan lahan yang mengering, serta melibatkan masyarakat sekitar dalam menjaga ekosistem gambut.
Daniel menyebut sekitar 72 persen kanal gambut mengalami kerusakan dan hampir 60 persen lahan gambut juga rusak. Data tersebut perlu diperjelas cakupan wilayah dan sumber pendataannya agar pemulihan dapat dilakukan dengan sasaran serta ukuran keberhasilan yang terukur.
Ia juga meminta pemegang konsesi usaha di Indonesia ikut bertanggung jawab dalam pencegahan dan penanganan karhutla sesuai peran serta ketentuan yang berlaku. Menurut Daniel, dampak kebakaran yang meluas hingga lintas negara menuntut keterlibatan lebih luas.
“Ini bukan lagi hanya bencana nasional, tetapi juga sudah menjadi bencana internasional. Sejumlah konsesi yang ada di Indonesia sebagian dimiliki oleh sejumlah negara. Negara-negara itu pun harus ikut bertanggung jawab,” ujarnya.





















