Nasional

283 Ribu Kasus ISPA, Irma Desak KLB Karhutla di Kalimantan Tengah

8
×

283 Ribu Kasus ISPA, Irma Desak KLB Karhutla di Kalimantan Tengah

Share this article
283 Ribu Kasus ISPA, Irma Desak KLB Karhutla di Kalimantan Tengah
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago mendesak pemerintah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) karhutla di wilayah terdampak parah, termasuk Kalimantan Tengah, menyusul tingginya kasus ISPA akibat paparan asap.(Sudutkota.id/Dok. Pribadi Irma)

JAKARTA, Sudutkota.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan mencatat 283.270 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak hingga 13 Oktober 2026.

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago mendesak pemerintah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) karhutla di wilayah dengan kondisi terparah, termasuk Kalimantan Tengah. Ia juga meminta penambahan tenaga kesehatan dan obat-obatan untuk menangani warga terdampak.

“Hari ini saya minta Kemenkes untuk menetapkan wilayah Kalteng sebagai wilayah KLB Karhutla. Saya juga sudah meminta Kemenkes menambah SDM kesehatan dan obat-obatan di wilayah terdampak Karhutla yang kondisinya sangat parah,” ujar Irma, Jumat (16/10/2026).

Dari total kasus ISPA tersebut, 63.711 dialami anak berusia di bawah lima tahun. Kalimantan Selatan mencatat 74.636 kasus, disusul Sumatera Selatan sebanyak 74.458 kasus.

Saat mengunjungi Banjarmasin pada 12 Oktober lalu, Irma menyebut udara masih diselimuti asap. Ia juga menerima laporan warga Kalimantan Tengah mengenai asap pekat yang mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

“Pemerintah harus mengatasi persoalan Karhutla ini dengan sungguh-sungguh, cepat, dan secara terpadu,” tegasnya.

Irma meminta pemerintah memetakan wilayah dengan paparan asap tinggi, memperkuat layanan kesehatan, dan menyediakan tempat dengan udara lebih bersih bagi warga yang kesulitan menghindari asap. Anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit pernapasan perlu mendapat perhatian khusus.

Dampak karhutla juga menyentuh pekerja yang beraktivitas di luar ruangan. Irma mendorong Kementerian Ketenagakerjaan dan pemberi kerja menilai risiko paparan asap serta menyesuaikan aktivitas kerja dan perlindungan berdasarkan kondisi udara.

“Karhutla yang berkepanjangan ini bukan hanya menyebabkan dampak lingkungan dan kesehatan saja, tapi juga berpengaruh terhadap dunia pendidikan, ekonomi, dan ketenagakerjaan di daerah terdampak,” ujarnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *