KOTA MALANG, Sudutkota.id – Jambore Ranting Sukun ke-7 yang digelar di Taman Rekreasi Sengkaling bukan sekadar kegiatan berkumpul dan berkemah bagi anggota Pramuka.
Di balik rangkaian kegiatan tersebut, ada misi penting untuk membentuk karakter generasi muda agar lebih disiplin, mandiri, bertanggung jawab dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan maupun sesama.
Hal itu disampaikan Ka Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, ST, MT, saat dikonfirmasi Sudutkota.id, Minggu (27/9/2026).
Ginanjar menegaskan, kegiatan Jambore Ranting harus mampu memberikan pengalaman nyata kepada peserta. Sebab, menurutnya, pendidikan kepramukaan tidak cukup hanya disampaikan melalui teori, tetapi harus dirasakan langsung melalui berbagai aktivitas yang menuntut kerja sama, kedisiplinan dan tanggung jawab.
“Jambore ini jangan hanya dilihat sebagai kegiatan kemah atau seremonial. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman yang membentuk karakter mereka,” tegas Ginanjar.
Menurutnya, Pramuka memiliki ruang yang cukup kuat untuk membentuk generasi muda karena proses pembelajarannya dilakukan melalui pengalaman langsung. Peserta dituntut mampu bekerja dalam kelompok, menghargai perbedaan, menyelesaikan persoalan dan mengambil tanggung jawab atas tugas yang diberikan.
Ginanjar bahkan mengingatkan agar kegiatan Pramuka tidak berhenti pada penggunaan seragam dan atribut semata.
“Jangan sampai Pramuka hanya ramai ketika ada kegiatan, memakai seragam, kemudian selesai. Nilai-nilai kepramukaan harus benar-benar hidup dan terbawa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menilai tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Karena itu, kegiatan kepramukaan harus mampu menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan pembinaan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memiliki nilai pendidikan.
“Anak-anak harus dibiasakan mandiri, disiplin, bertanggung jawab dan mampu bekerja sama. Itu tidak bisa hanya diajarkan lewat kata-kata, tetapi harus dilatih melalui pengalaman,” lanjutnya.
Ginanjar berharap Jambore Ranting Sukun ke-7 dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat pembinaan anggota Pramuka di tingkat ranting. Para pembina juga didorong tidak sekadar mengejar terlaksananya kegiatan, tetapi memastikan setiap aktivitas memiliki dampak terhadap perkembangan karakter peserta.
“Target kita bukan sekadar kegiatan selesai dan dokumentasi ada. Yang harus kita lihat adalah apa yang dibawa pulang oleh anak-anak setelah mengikuti kegiatan ini. Kalau mereka pulang dengan lebih mandiri, lebih disiplin dan lebih peduli terhadap orang lain, berarti kegiatan ini punya makna,” tandas Ginanjar.
Kunjungan Kwarcab Kota Malang ke Jambore Ranting Sukun ke-7 di Sengkaling sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap pembinaan Pramuka hingga tingkat ranting. Ginanjar berharap semangat tersebut terus dijaga agar Pramuka tetap menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk belajar, berorganisasi dan membangun karakter.





















