DaerahPendidikan

Ketua DPRD Kota Malang Dorong Mahasiswa Unikama Tak Sekadar Kejar Nilai, Tapi Jadi Solusi bagi Kota

4
×

Ketua DPRD Kota Malang Dorong Mahasiswa Unikama Tak Sekadar Kejar Nilai, Tapi Jadi Solusi bagi Kota

Share this article
Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita (Mia) saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) 2026. (Foto: Istimewa)

MALANG, Sudutkota.id – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, SS., mendorong mahasiswa baru Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Menurut Amithya, mahasiswa juga perlu mampu membaca berbagai persoalan di lingkungan sekitar serta mengubah ilmu dan teknologi yang diperoleh di bangku kuliah menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Amithya usai menjadi keynote speaker dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unikama 2026, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sarwakirti Unikama tersebut diikuti lebih dari seribu mahasiswa baru. Dalam kesempatan itu, Amithya menyampaikan materi bertajuk “Penguatan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Berdasarkan Pancasila di Bumi Arema.”

Amithya mengatakan, mahasiswa baru yang datang dari berbagai daerah perlu mulai melihat Kota Malang bukan hanya sebagai tempat untuk menempuh pendidikan, tetapi juga sebagai lingkungan sosial yang memiliki beragam persoalan dan potensi.

“Kalian adalah bagian dari ekosistem Kota Malang. Pahami denyut nadinya, kenali budayanya, dan mari bersama-sama berkontribusi dengan ilmu dan teknologi yang kalian pelajari untuk menghadirkan solusi bagi lingkungan sekitar,” ujar Mia.

Ia menilai, keberadaan mahasiswa dari berbagai daerah turut memberikan warna terhadap kehidupan Kota Malang. Keberagaman tersebut, menurutnya, dapat menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan sosial sekaligus mendukung aktivitas ekonomi kota.

Karena itu, mahasiswa dinilai tidak cukup hanya mengejar nilai akademik dan gelar. Mereka juga perlu memperbanyak pengalaman, mengembangkan kemampuan nonakademik, membangun jejaring, serta memiliki keberanian menyampaikan pendapat dengan tetap menghormati orang lain.

“Jangan hanya fokus pada nilai akademik. Perbanyak pengalaman baik, asah soft skills, dan berlomba-lombalah untuk meningkatkan kapasitas diri,” pesan Mia.

Selain pengembangan kapasitas diri, Mia menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila di lingkungan perguruan tinggi. Terlebih, Unikama dikenal sebagai kampus multikultural yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah dan latar belakang.

Menurutnya, keberagaman tersebut harus menjadi ruang untuk belajar saling menghargai, menjaga persatuan, serta membangun komunikasi yang sehat di tengah perbedaan.

Ia juga mengajak mahasiswa memanfaatkan perkembangan teknologi secara produktif. Teknologi, kata Mia, seharusnya tidak hanya digunakan sebagai sarana memperoleh informasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menghasilkan karya dan membantu menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar.

“Jadikanlah ilmu yang kalian dapat dan pelajari setidaknya bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, kampus, kota kelahiran, dan Kota Malang itu sendiri. Ini adalah wujud nyata dari pengabdian dan kontribusi,” tuturnya.

Mia berharap masa awal mahasiswa di Unikama tidak hanya menjadi proses adaptasi terhadap kehidupan kampus. Lebih dari itu, PKKMB diharapkan menjadi momentum untuk membangun karakter, wawasan kebangsaan, kemampuan berpikir kritis, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

“Dari kampus untuk Bumi Arema. Mari tumbuhkan generasi muda yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan siap berkontribusi bagi daerah serta Indonesia,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *