Daerah

Proyek Penampungan Air Dikebut, Jadi Harapan Atasi Banjir di Kawasan Jalan Lippo Sidoarjo

10
×

Proyek Penampungan Air Dikebut, Jadi Harapan Atasi Banjir di Kawasan Jalan Lippo Sidoarjo

Share this article
Proyek Penampungan Air Dikebut, Jadi Harapan Atasi Banjir di Kawasan Jalan Lippo Sidoarjo
Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, saat meninjau lokasi proyek di area jalan Jati Sidoarjo. (Sudutkota.id/Amrizal)

SIDOARJO, Sudutkota.id – Banjir yang berulang kali menggenangi kawasan sekitar Lippo Plaza Sidoarjo yang berada di Desa Jati Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, mulai mendapat penanganan serius.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo kini mempercepat pembangunan infrastruktur penampungan air dan rumah pompa yang diharapkan mampu menekan genangan saat hujan deras. Senin, (21/9/2026).

Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana meninjau langsung proyek tersebut, peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan sekaligus mengejar target penyelesaian sebelum memasuki musim hujan.

Mimik menegaskan, proyek penampungan air tidak boleh sekadar selesai secara fisik. Kualitas konstruksi harus dipastikan karena bangunan tersebut nantinya menjadi salah satu bagian penting dalam sistem pengendalian banjir di kawasan Lippo.

Salah satu yang menjadi perhatian Mimik adalah kualitas material konstruksi, termasuk campuran semen dan pasir pada pembangunan rumah pompa. Ia meminta pelaksana memastikan seluruh pekerjaan sesuai gambar, spesifikasi teknis, dan perencanaan.

“Debit air kalau hujan ini kan sangat tinggi, terutama di daerah tersebut. Nah, ini mudah-mudahan bisa menjadi solusi,” ujar Mimik.

Penampungan air tersebut memiliki ukuran sekitar 8 meter lebar, 30 meter panjang, dan kedalaman 3,6 meter. Kapasitas tampungnya diperkirakan mencapai sekitar 1.000 meter kubik air.

Keberadaan kolam penampungan itu diharapkan dapat menahan dan mengendalikan limpasan air ketika hujan dengan intensitas tinggi, sebelum air dialirkan melalui sistem pompa.

Selain penampungan air, penyelesaian rumah pompa yang berada di depan kawasan Lippo juga menjadi perhatian. Infrastruktur tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan.

Mimik meminta seluruh pihak yang terlibat tidak menyia-nyiakan waktu yang tersisa. “Waktunya hanya tinggal dua bulan, tiga bulan. Nanti sudah musim hujan. Jangan sampai bertahun-tahun itu banjir, banjir, banjir terus,” tegasnya.

Persoalan banjir di kawasan Lippo sendiri bukan masalah baru. Dalam beberapa tahun terakhir, tingginya debit air saat hujan kerap menjadi persoalan, terutama ketika curah hujan tinggi.

Karena itu, proyek penampungan air dan rumah pompa ini menjadi salah satu titik penting dalam upaya mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.

Pemkab Sidoarjo kini dituntut memastikan proyek tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memiliki kapasitas dan kualitas yang mampu bekerja ketika hujan deras datang.

Sebab, ukuran keberhasilan proyek bukan sekadar bangunan berdiri, melainkan seberapa efektif infrastruktur tersebut mampu mengendalikan air dan mengurangi genangan yang selama ini menghantui kawasan sekitar Lippo Plaza Sidoarjo.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *