SURABAYA, Sudutkota.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya terhadap operasional pelabuhan yang efisien dan berkelanjutan. Salah satunya melalui konversi kendaraan operasional berbahan bakar fosil menjadi kendaraan bertenaga listrik.
Hingga saat ini, sebanyak 25 unit kendaraan operasional di lingkungan TPS telah dikonversi menjadi kendaraan listrik. Senin (21/9/2026).
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Tak hanya berdampak terhadap lingkungan, penggunaan kendaraan listrik juga memberikan efisiensi dari sisi operasional.
Berdasarkan hasil evaluasi TPS, kendaraan listrik mampu menekan biaya operasional hingga 60 persen dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.
Program tersebut melengkapi penggunaan teknologi berbasis energi listrik di area terminal. Saat ini, seluruh peralatan bongkar muat TPS yang terdiri atas 11 unit Container Crane (CC) dan 36 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) telah menggunakan energi listrik.
Dari aspek Environmental, Social, and Governance (ESG), penggunaan kendaraan dan peralatan operasional berbasis listrik turut mendukung upaya pengurangan emisi karbon dari aktivitas terminal.
Langkah ini juga sejalan dengan agenda dekarbonisasi sektor logistik dan kepelabuhanan serta dukungan terhadap target pembangunan berkelanjutan.
Direktur Utama TPS, Ali Sodikin, mengatakan transformasi penggunaan energi listrik merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan operasional terminal yang lebih efisien, modern, dan berwawasan lingkungan.
“TPS secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif yang mendukung prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). Konversi 25 unit kendaraan operasional menjadi tenaga listrik merupakan salah satu langkah konkret untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi dampak lingkungan,” ujar Ali Sodikin, yang akrab disapa Also.
Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik tidak hanya mampu menekan biaya operasional hingga 60 persen, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon. Program tersebut sekaligus melengkapi pemanfaatan 11 unit CC dan 36 unit RTG yang telah menggunakan energi listrik.
Sebagai salah satu gerbang logistik nasional, TPS memandang penerapan teknologi rendah emisi sebagai investasi jangka panjang.
Selain memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan, langkah tersebut diharapkan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, masyarakat, dan lingkungan.
“Ke depan, TPS akan terus mengembangkan berbagai program efisiensi energi dan pengurangan emisi untuk mewujudkan operasional pelabuhan yang lebih ramah lingkungan, produktif, dan berdaya saing global,” pungkasnya.





















