Nasional

Tak Sekadar Diberi Bantuan, Hetifah Dorong Penerima Manfaat Berani Tunjukkan Potensi

15
×

Tak Sekadar Diberi Bantuan, Hetifah Dorong Penerima Manfaat Berani Tunjukkan Potensi

Share this article
Tak Sekadar Diberi Bantuan, Hetifah Dorong Penerima Manfaat Berani Tunjukkan Potensi
Anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian saat meninjau pelayanan dan pemberdayaan penerima manfaat di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, Jawa Barat.(Sudutkota.id/Staff)

JAKARTA, Sudutkota.id – Memberi tempat tinggal, makanan, dan layanan kesehatan belum cukup untuk memastikan penerima manfaat benar-benar berdaya. Persoalan kesejahteraan sosial juga menyangkut bagaimana seseorang diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan membangun kemandirian.

Hal tersebut menjadi perhatian Anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian saat melihat pengelolaan Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, Jawa Barat. Ia menilai pendekatan pelayanan sosial yang menggabungkan perlindungan dan pemberdayaan dapat menjadi percontohan bagi sentra serupa di Indonesia.

“Ini adalah satu sentra yang menurut kami memang sangat penting dan bisa menjadi percontohan bagi sentra-sentra serupa di seluruh Indonesia. Karena penanganan kesejahteraan sosial itu tidak bisa sepotong-sepotong,” ujar Hetifah saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Kota Bekasi, Kamis (17/9/2026).

Di sentra tersebut, kebutuhan penerima manfaat ditangani melalui berbagai layanan, mulai dari tempat tinggal, makanan, kesehatan, dukungan psikologis, rumah ibadah hingga pelatihan keterampilan. Penerima manfaatnya juga berasal dari kelompok dengan kebutuhan berbeda, seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), serta anak yang berhadapan dengan hukum.

Perbedaan kebutuhan itu membuat pelayanan sosial tidak cukup berhenti pada pemberian bantuan. Menurut Hetifah, penerima manfaat juga membutuhkan ruang untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki, terutama penyandang disabilitas yang selama ini kerap ditempatkan hanya sebagai penerima layanan.

“Kami melihat bahwa memang penyandang disabilitas itu perlu diberikan satu ruang yang jauh lebih luas untuk bisa mengekspresikan dan juga memberikan potensi-potensi yang mereka miliki. Bagaimana kita memberikan mereka kepercayaan diri dan juga kesempatan itu,” jelasnya.

Ruang tersebut terlihat dari keterlibatan penerima manfaat dalam berbagai kegiatan di sentra, seperti menjadi pembawa acara, dirigen, pembaca doa hingga pengisi acara. Bagi Hetifah, praktik semacam ini menjadi bagian penting dalam melihat pelayanan sosial bukan hanya dari sisi perlindungan, tetapi juga pemberdayaan.

Kepala Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, Budi Satriyo mengatakan pengembangan layanan dilakukan dengan melihat kondisi sosial, kesehatan, psikologis, serta minat masing-masing penerima manfaat. Program yang dikembangkan antara lain terapi kesenian, batik ciprat, musik, pertanian dan perikanan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *