Daerah

Bangunan di Atas Saluran Dibongkar, Pemkot Malang Kejar Solusi Banjir The Cluster Nirwana

10
×

Bangunan di Atas Saluran Dibongkar, Pemkot Malang Kejar Solusi Banjir The Cluster Nirwana

Share this article
Bangunan di Atas Saluran Dibongkar, Pemkot Malang Kejar Solusi Banjir The Cluster Nirwana
Petugas menggunakan alat berat membongkar bangunan yang berdiri di atas Saluran Irigasi Sengkaling Kiri di kawasan Pandanwangi, Kota Malang.(Sudutkota.id/Istimewa)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Banjir yang berulang menerjang kawasan Perumahan The Cluster Nirwana, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, mulai ditangani dari sumber persoalannya.

Bangunan yang berdiri di atas Saluran Irigasi Sengkaling Kiri dibongkar untuk mengembalikan fungsi saluran air yang sempat tertutup.

Pembongkaran dilakukan secara mandiri oleh pemilik pabrik karet CV Anugerah Bumi Sejahtera (CV ABS), Rabu (9/9/2026). Pemkot Malang kemudian memfasilitasi pengerahan dua unit alat berat untuk mempercepat pembongkaran sekaligus normalisasi saluran.

Langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi banjir tahunan, menyusul keluhan warga Perumahan The Cluster Nirwana yang dalam dua tahun terakhir disebut kerap terdampak banjir saat musim penghujan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Malang sekaligus Plt Sekda Kota Malang, Dandung Djulharjanto, saat dikonfirmasi Sudutkota.id, Jumat (11/9/2026).

Dandung mengatakan, Pemkot Malang sengaja mendorong penyelesaian persoalan melalui kerja sama dengan pemilik pabrik. Setelah tercapai kesepakatan, pemerintah memberikan dukungan alat berat agar pembongkaran dan normalisasi dapat segera dilakukan.

“Untuk memudahkan upaya baik itu, kami bantu fasilitasi mendatangkan dua unit alat berat yakni ekskavator. Hal ini kami laksanakan setelah disepakati bersama dengan pemilik pabrik karet. Kami juga mengarahkan normalisasi saluran irigasi, agar tidak berdampak ke lingkungan di sekitarnya,” ujar Dandung.

Menurutnya, kesediaan CV ABS melakukan pembongkaran secara mandiri patut diapresiasi. Sebab, keberadaan bangunan di atas saluran berpotensi mengganggu fungsi dan kapasitas aliran air, terutama ketika debit meningkat saat hujan deras.

Dandung berharap langkah tersebut menjadi contoh bagi pemilik bangunan maupun pelaku usaha lain agar tidak menghambat fungsi saluran irigasi.

“Ini memudahkan kami dalam menangani permasalahan di masyarakat, khususnya mengatasi atau penertiban saluran irigasi. Bertujuan mengurangi potensi risiko banjir dan bisa dipetakan secara antisipasi lebih awal,” jelasnya.

Normalisasi tidak hanya dilakukan pada titik bangunan yang dibongkar. Pemkot Malang juga melakukan pembenahan Saluran Irigasi Sengkaling Kiri di sekitar kawasan CV ABS hingga menuju belakang Perumahan The Cluster Nirwana.

Dandung menyebut total saluran yang dinormalisasi mencapai sekitar 200 meter.

Rinciannya, sekitar 50 meter berada di kawasan pabrik karet. Kemudian normalisasi dilanjutkan ke arah belakang sepanjang kurang lebih 100 meter hingga berakhir di belakang tembok Perumahan The Cluster Nirwana.

Sementara ke arah selatan, normalisasi dilakukan sepanjang sekitar 50 meter.

“Total panjangnya ada 200 meteran yang dinormalisasi,” kata Dandung.

Proses tersebut diawali mediasi Pemkot Malang pada 1 September 2026. Dalam mediasi itu, pemilik pabrik menyatakan kesediaan untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.

Selanjutnya, pada 8 September 2026, dilakukan peninjauan lapangan bersama DPUPR-PKP, BPBD, Satpol PP, Kelurahan Pandanwangi, Pusdalatim dan pemilik pabrik untuk memastikan kondisi serta status aset di lokasi.
Sehari kemudian, Rabu (9/9/2026), pembongkaran mulai dieksekusi dengan dukungan alat berat dari Pemkot Malang.

Dandung menegaskan, normalisasi ini bukan sekadar membongkar bangunan. Target akhirnya adalah mengembalikan fungsi, dimensi dan kapasitas saluran, sehingga aliran air dapat kembali berjalan optimal dan potensi genangan di kawasan permukiman bisa ditekan.

Kalaksa BPBD Kota Malang, Heru Mulyono, mengatakan pembongkaran mandiri tersebut dilakukan sebagai respons atas keluhan warga di sekitar lokasi.

Dalam dua tahun terakhir, warga Perumahan The Cluster Nirwana disebut mengalami banjir ketika musim penghujan. Kondisi tersebut kemudian mendorong pemerintah melakukan penanganan yang lebih menyeluruh terhadap saluran air di kawasan tersebut.

Sementara itu, penanggung jawab CV ABS, Sumarlik (49), menyatakan pihaknya bersedia mengikuti ketentuan dan keputusan Pemkot Malang, termasuk membongkar bangunan yang berada di atas saluran irigasi.

Menurut warga Pakis tersebut, keputusan itu merupakan bentuk komitmen dan kepedulian pihaknya terhadap lingkungan.

“Harapannya setelah dilakukan normalisasi mandiri ini, musibah banjir di Kota Malang, khususnya yang melanda Perumahan The Cluster Nirwana sudah berakhir,” bebernya.

Sumarlik mengungkapkan, pabrik karet tersebut telah berdiri sejak sekitar 1980-an. Saat awal beroperasi, jumlah karyawannya mencapai sekitar 100 orang. Namun kini tersisa sekitar 10 pekerja.

Sedangkan bangunan yang berdiri di atas Saluran Irigasi Sengkaling Kiri diperkirakan sudah ada sejak sekitar 2010.

“Terkait hal lainnya mohon maaf kami belum bisa berkomentar apa-apa lagi,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *