Daerah

Kasus HIV Jatim Tertinggi Nasional, Fraksi PKS DPRD Jatim Desak Pencegahan Masif dan Layani ODHA Tanpa Stigma

28
×

Kasus HIV Jatim Tertinggi Nasional, Fraksi PKS DPRD Jatim Desak Pencegahan Masif dan Layani ODHA Tanpa Stigma

Share this article
Kasus HIV Jatim Tertinggi Nasional, Fraksi PKS DPRD Jatim Desak Pencegahan Masif dan Layani ODHA Tanpa Stigma
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati.(foto:sudutkota.id/Aspri)

Sudutkota.id – Angka HIV/AIDS di Jawa Timur kembali menjadi sorotan. Data Kemenkes dan Dinkes Jatim 2025 mencatat jumlah Orang Dengan HIV/AIDS di provinsi ini mencapai 65.238 orang. Dalam 3 bulan pertama tahun ini saja, kasus baru bertambah 2.599.

Jumlah tersebut menjadikan Jatim sebagai provinsi dengan temuan kasus HIV tertinggi secara nasional.

Menyikapi hal itu, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Provinsi Jawa Timur meminta pemerintah tidak menangani persoalan ini secara parsial.

Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati, menegaskan peningkatan kasus HIV bukan hanya masalah medis. Isu ini juga menyentuh ranah sosial, pendidikan, hingga ketahanan keluarga.

“Lonjakan kasus di sejumlah daerah, termasuk Sidoarjo, harus jadi perhatian bersama. Ini bukan sekadar persoalan kesehatan, tapi juga menyangkut pendidikan, sosial, dan ketahanan keluarga,” kata Lilik di Surabaya, Kamis (23/7/2026).

Fraksi PKS mendorong Pemprov Jatim bersama Pemkab/Pemkot segera memperkuat tiga strategi utama untuk menekan penyebaran.

Pertama, memperkuat edukasi dan literasi pencegahan. Sosialisasi masif perlu menyasar kelompok rentan, khususnya remaja dan usia produktif. Pemahaman tentang bahaya HIV dan cara pencegahannya harus masuk ke sekolah, kampus, hingga komunitas.

Kedua, memperluas akses layanan kesehatan. Yakni, layanan skrining, konseling, dan pengobatan harus dipermudah. Masyarakat harus bisa mengaksesnya tanpa takut dan tanpa diskriminasi.

Ketiga, membangun kolaborasi lintas sektor. Yakni, pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, tokoh agama, ormas, hingga keluarga perlu bergerak bersama. Tujuannya membentuk pola hidup sehat dan mencegah perilaku berisiko.

“Penanganan tidak bisa diserahkan ke sektor kesehatan saja. Ini harus jadi gerakan bersama seluruh elemen,” tegas legislator PKS dari Dapil Surabaya ini.

Lilik menekankan pentingnya pendekatan yang seimbang. Di satu sisi pencegahan harus digencarkan melalui penguatan nilai keluarga dan pembinaan karakter generasi muda.

Di sisi lain, ODHA wajib mendapat hak layanan kesehatan yang layak.

“Stigma justru menghambat orang untuk tes dan berobat. Padahal deteksi dini dan pengobatan tepat waktu adalah kunci memutus rantai penularan,” jelasnya.

Menurutnya, tingginya angka kasus harus dijadikan momentum. Semua pihak perlu memperkuat sinergi mulai dari pencegahan, deteksi dini, pengobatan, sampai membangun ketahanan keluarga sebagai benteng utama melindungi generasi.

Dengan langkah terintegrasi dan berkelanjutan, Fraksi PKS berharap laju penambahan kasus HIV di Jatim bisa ditekan secara signifikan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *