Daerah

Peringati HAN 2026, Khofifah: Penuhi Hak dan Lindungi Anak, Itu Investasi Menuju Indonesia Emas 2045

19
×

Peringati HAN 2026, Khofifah: Penuhi Hak dan Lindungi Anak, Itu Investasi Menuju Indonesia Emas 2045

Share this article
Peringati HAN 2026, Khofifah: Penuhi Hak dan Lindungi Anak, Itu Investasi Menuju Indonesia Emas 2045
Poster Peringatan Hari Anak Provinsi Jatim.(Humas Pemprov Jatim)

Sudutkota.idGubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menjadikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 sebagai pengingat pentingnya menempatkan anak sebagai prioritas pembangunan.

HAN 2026 yang mengusung tema nasional “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan” diperingati pada, Kamis (23/7/2026).

Khofifah menegaskan pemenuhan hak dan perlindungan anak bukan sekadar kewajiban moral. Ini adalah investasi strategis untuk menyiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.

“Setiap anak berhak tumbuh dengan kasih sayang, terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi, serta mendapat kesempatan berkembang secara maksimal. Dari sinilah fondasi generasi unggul dibangun,” ujar Khofifah.

Menurutnya, tanggung jawab memastikan anak tumbuh sehat, belajar, dan berkembang ada di pundak seluruh elemen bangsa.

“Mari kita sayangi dan lindungi anak-anak kita. Mereka adalah calon pemimpin masa depan. Investasi terbaik adalah memastikan mereka dapat pendidikan berkualitas, lingkungan aman, serta ruang untuk mengembangkan karakter, kreativitas, dan prestasinya,” katanya.

Sebagai wujud komitmen, Pemprov Jatim terus memperkuat program yang berpihak pada anak. Cakupannya mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, pemenuhan gizi, perlindungan sosial, hingga menciptakan ruang publik yang ramah anak.

Khofifah menilai pembangunan SDM harus dimulai sejak dini. Kualitas generasi mendatang akan menentukan seberapa kuat daya saing Indonesia menghadapi tantangan global.

“Anak hebat akan melahirkan Indonesia yang hebat. Maka seluruh kebijakan harus mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak,” tegasnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga menyoroti tantangan baru yang dihadapi anak saat ini. Mulai dari dampak negatif dunia digital, perundungan, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, hingga isu kesehatan mental.

Karena itu, ia mengajak semua pihak duduk bersama. Keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, hingga media harus berkolaborasi menciptakan ekosistem yang aman bagi tumbuh kembang anak.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan gotong royong agar anak-anak tumbuh di lingkungan yang sehat, aman, penuh kasih, dan bebas dari kekerasan,” ucapnya.

Khofifah juga mengingatkan peran penting orang tua. Keluarga disebut sebagai “sekolah pertama”. Nilai kejujuran, disiplin, empati, toleransi, dan cinta tanah air perlu ditanamkan sejak kecil.

Kepada anak-anak Jatim, Khofifah berpesan agar berani punya mimpi besar, rajin belajar, dan bijak menggunakan teknologi.

“Jadilah generasi yang berkarakter, berakhlak, sehat, cerdas, kreatif dan inovatif. Gunakan teknologi untuk belajar dan berkarya, bukan untuk hal yang merugikan,” pesannya.

Ia optimistis, dengan dukungan tepat, anak-anak Jawa Timur mampu bersaing di tingkat nasional dan global.

“Mari kita jadikan HAN 2026 sebagai momentum memperkuat komitmen. Anak yang hari ini kita didik dan lindungi dengan kasih sayang, kelak akan membawa Indonesia lebih maju, adil, dan sejahtera,” pungkas Khofifah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *