Nasional

Gencatan Senjata Iran-Israel Disambut DPR, Tapi Ancaman Gejolak Ekonomi Belum Sepenuhnya Reda

16
×

Gencatan Senjata Iran-Israel Disambut DPR, Tapi Ancaman Gejolak Ekonomi Belum Sepenuhnya Reda

Share this article
Gencatan Senjata Iran-Israel Disambut DPR, Tapi Ancaman Gejolak Ekonomi Belum Sepenuhnya Reda
Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono.(foto:sudutkota.id/ren)

Sudutkota.id – Kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Israel disambut positif oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono.

Namun, di tengah optimisme tersebut, muncul pertanyaan besar, apakah penghentian serangan ini benar-benar menjadi titik balik menuju stabilitas, atau hanya jeda sementara dalam konflik yang selama ini mengguncang ekonomi global?

Dave menilai kesepakatan damai perlu dijaga secara serius karena dampak perang di Timur Tengah telah merembet hingga ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurut dia, ketegangan yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir ikut memengaruhi nilai tukar rupiah, pasar saham, hingga harga energi dunia.

“Alhamdulillah rencana damai antara Amerika sama Iran dan bagaimana dampaknya terhadap negara-negara Asia secara keseluruhan ataupun khususnya kita yang di wilayah Asia Tenggara dan juga dampaknya kepada perekonomian Indonesia,” kata Dave dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Dave mengamati harga minyak dunia mulai terkoreksi setelah muncul kesepakatan penghentian serangan. Penurunan harga minyak dinilai menjadi sinyal positif bagi negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia, yang selama ini rentan terhadap gejolak harga komoditas global.

“Harga minyak sudah langsung turun, tadi saya lihat sudah di bawah angka 70 dolar AS. Semoga dalam waktu dekat ini berdampak langsung kepada nilai tukar rupiah terhadap dolar dan kondisi pasar saham,” ujarnya.

Meski demikian, optimisme tersebut belum sepenuhnya menghapus kekhawatiran pasar. Pengalaman konflik-konflik sebelumnya menunjukkan bahwa gencatan senjata sering kali rapuh dan rentan dilanggar. Sedikit saja eskalasi baru dapat kembali memicu lonjakan harga minyak, menekan nilai tukar, dan mengguncang sentimen investor.

Karena itu, Dave mengingatkan pentingnya komitmen seluruh pihak untuk menahan diri. Ia secara khusus berharap Amerika Serikat dan Israel tidak melakukan langkah-langkah yang berpotensi memicu konflik baru selama masa penghentian serangan berlangsung.

“Kita tentu positif kesepakatan ini. Presiden Trump sudah menyatakan menghentikan semua serangan. Ini harus juga disertai dengan sekutu-sekutu Amerika, khususnya Israel, jangan sampai melakukan gerakan tambahan,” ungkap politikus Partai Golkar itu.

Di sisi lain, Dave menilai Indonesia perlu memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat peran diplomatiknya. Dengan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia dinilai memiliki ruang untuk menjalin komunikasi dengan semua pihak sekaligus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai.

Menurut dia, keterlibatan aktif Indonesia dalam berbagai forum internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menjadi penting untuk mengawal implementasi kesepakatan damai dan mendukung proses pemulihan wilayah yang terdampak perang.

“Kita bebas berkomunikasi dengan semua pihak dan terus mendorong serta menjaga perdamaian. Kita bukan memberikan tekanan, tetapi menyokong terwujudnya perdamaian,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *