Daerah

Ribuan Simpatisan MBG Malang Raya Gelar Apel Akbar, Deklarasi Dukungan dan Targetkan Aksi 82 Ribu Tanda Tangan

17
×

Ribuan Simpatisan MBG Malang Raya Gelar Apel Akbar, Deklarasi Dukungan dan Targetkan Aksi 82 Ribu Tanda Tangan

Share this article
Ribuan Simpatisan MBG Malang Raya Gelar Apel Akbar, Deklarasi Dukungan dan Targetkan Aksi 82 Ribu Tanda Tangan
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang sekaligus Anggota DPR RI Komisi XII, Moreno Soeprapto, menyampaikan sambutan dalam Apel Akbar dan Senam Bersama Simpatisan Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya di Kota Malang.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Ribuan relawan, pelaku UMKM, petani, peternak, mitra Badan Gizi Nasional (BGN), serta masyarakat dari berbagai wilayah di Malang Raya memadati kegiatan Apel Akbar dan Senam Bersama Simpatisan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus bentuk dukungan terhadap percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Selain menggelar apel akbar dan senam bersama, peserta juga melakukan aksi pengumpulan 82 ribu tanda tangan dukungan sebagai simbol komitmen masyarakat untuk mengawal keberlanjutan program yang ditargetkan menjangkau 82 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Aksi tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari relawan MBG, pelaku UMKM, petani, peternak, hingga orang tua siswa yang mengaku merasakan manfaat langsung dari program tersebut.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di hadapan peserta, mereka menegaskan dukungan penuh terhadap percepatan pelaksanaan MBG sekaligus meminta pemerintah menjaga keberlanjutan program demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Kami mendukung percepatan Program Makan Bergizi Gratis bagi 82 juta penerima manfaat. Petani, peternak, UMKM, dan tenaga kerja lokal merupakan pilar utama yang harus dilindungi keberlanjutannya,” demikian salah satu poin pernyataan sikap yang dibacakan bersama.

Peserta juga menekankan bahwa efektivitas penggunaan anggaran menjadi kunci keberhasilan program. Namun demikian, upaya efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi hak anak-anak Indonesia untuk mendapatkan akses gizi yang layak.

Mereka meyakini keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor dengan semangat gotong royong dan kepastian kebijakan.

“Dengan semangat gotong royong, kepastian kebijakan, dan dukungan kepada seluruh pelaksana di lapangan, target pelayanan yang luas dapat dicapai demi mewujudkan Indonesia yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih sejahtera,” seru peserta apel.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang sekaligus Anggota DPR RI Komisi XII, Moreno Soeprapto.

Moreno mengaku hadir memenuhi undangan relawan dan masyarakat Malang Raya yang ingin menyampaikan aspirasi terkait dampak positif Program Makan Bergizi Gratis.

Menurutnya, evaluasi terhadap program pemerintah merupakan hal yang wajar dan diperlukan. Namun, kritik seharusnya disampaikan secara konstruktif tanpa disertai narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Kritik itu boleh, evaluasi juga penting agar program semakin baik. Tetapi jangan sampai kritik berubah menjadi ujaran kebencian yang justru memecah persatuan,” ujar Moreno.

Ia mengatakan Program MBG memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama bagi keluarga penerima manfaat yang dapat mengalihkan pengeluaran harian untuk kebutuhan lainnya.

“Orang tua yang sebelumnya harus menyiapkan biaya makan anak setiap hari, kini memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan lain seperti membeli perlengkapan sekolah atau kebutuhan rumah tangga,” katanya.

Moreno menegaskan bahwa kegiatan apel akbar tersebut bukanlah aksi tandingan terhadap pihak tertentu, melainkan gerakan organik masyarakat yang merasa terbantu dengan program MBG.

“Ini murni spontanitas masyarakat. Yang hadir adalah petani, peternak, pelaku UMKM, relawan, dan wali murid yang merasakan langsung manfaat program ini,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan saling menjatuhkan. Budaya gotong royong dan saling menghormati harus tetap dijaga,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Gapembi Malang, Djoni Soejatmiko, mengatakan kegiatan apel akbar sengaja digelar untuk menunjukkan kondisi nyata di lapangan bahwa Program MBG mendapat dukungan luas dari masyarakat.

Menurutnya, selama ini kelompok yang merasakan manfaat program cenderung tidak aktif menyampaikan pendapat melalui media sosial.

“Yang merasakan langsung manfaat program ini justru petani, peternak, dan pelaku UMKM. Mereka tidak terlalu aktif di media sosial, sehingga suara mereka jarang terdengar,” kata Djoni.

Ia menyebut para peserta datang secara mandiri dari berbagai wilayah di Malang Raya, bahkan sebagian berasal dari luar Kota Malang.

“Mereka hadir dengan biaya sendiri karena merasa program ini membawa manfaat nyata bagi ekonomi keluarga dan usaha mereka,” ujarnya.

Djoni menjelaskan Program MBG menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah karena melibatkan rantai pasok lokal, mulai dari petani sayur, peternak ayam dan telur, hingga pelaku UMKM penyedia bahan pangan.

“Program ini tidak hanya soal makan bergizi untuk anak-anak, tetapi juga membuka pasar yang jelas bagi hasil pertanian dan peternakan masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, peningkatan permintaan bahan pangan melalui Program MBG telah memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi di tingkat akar rumput.

Karena itu, ia menilai program tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Terkait berbagai wacana penghentian atau evaluasi program yang ramai diperbincangkan di media sosial, Djoni meminta masyarakat melihat fakta di lapangan dan mengedepankan data yang objektif.

“Penilaian terhadap sebuah program seharusnya dilakukan berdasarkan survei, data, dan evaluasi yang komprehensif, bukan hanya berdasarkan opini yang berkembang di media sosial,” tegasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *