Daerah

Bupati Fawait Sinergikan Layanan Home Care dengan Layanan Adminduk

14
×

Bupati Fawait Sinergikan Layanan Home Care dengan Layanan Adminduk

Share this article
Bupati Fawait Sinergikan Layanan Home Care dengan Layanan Adminduk
Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi saat memantau layanan Adminduk didampingi Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, SE, MSc dan Wakil Ketua Ombudsman Dr Rahmadi Indra Tektona dan anggota Komisi II DPR RI Dr. Muhammad Khozin.(Foto:sudutkota.id/wnp)

Sudutkota.id – Ada yang menarik disampaikan Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, SE, MSc saat kedatangan Dirjen Dukcapil, Dr.Teguh Setyabudi melihat langsung pelayanan Adminduk di Kantor Kecamatan Ajung, Kamis (6/8/2026).

Bupati Fawait melakukan terobosan lagi dengan mensinergikan layanan home care di bidang kesehatan dengan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) demi mempermudah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Kita akan sinergikan bukan hanya bidang kesehatan yang home care, nantinya juga layanan Adminduk bisa home care.,” ujarnya.

Menurut Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember, kendaraan operasional dispendukcapil Jember terbatas jumlahnya. Sedangkan kendaraan operasional home care cukup banyak, hingga 50 kendaraan. Maka dari itu, layanan home care bidang kesehatan akan disinergikan dengan layanan Adminduk. Sehingga waktu turun home care ke masyarakat, sekaligus memberikan layanan adminduk.

Fawait sempat menyampaikan, saat dirinya awal- awal menjadi bupati Jember, banyak warga yang mengeluhkan terkait kehabisan blanko dan ribetnya mengurus e-KTP. Selain itu, banyak warga yang mengeluh tidak dapat bantuan sosial dari pemerintah. Ternyata sebagian warga tidak dapat bansos karena terkendala tidak punya KTP

“Sejak 2019 hingga 2024, sebanyak 62 ribu warga Jember antri blangko KTP. Padahal di pusat tersedia banyak. Akhirnya curhat ke anggota DPR, sehingga muncul program Peta Cinta,” ujarnya.

Pemkab akhirnya mempersiapkan peralatan perekaman e- KTP di kecamatan, sehingga warga Jember cukup bikin e-KTP di kantor kecamatan, tidak perlu antri lagi di kantor Dispendukcapil Jember.

“Mulai tahun 2026, warga yang mengurus KTP tidak sulit dan gratis,” imbuhnya.

Bupati Fawait Sinergikan Layanan Home Care dengan Layanan Adminduk
Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, SE, MSc saat mendampingi Dirjen Dukcapil, Dr.Teguh Setyabudi melihat langsung pelayanan Adminduk di Kantor Kecamatan Ajung.(Foto:sudutkota.id/wnp)

Sementara itu, Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi saat memantau layanan Adminduk selain didampingi Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, SE, MSc juga hadir Wakil Ketua Ombudsman Dr Rahmadi Indra Tektona dan anggota Komisi II DPR RI Dr. Muhammad Khozin.

Dalam kegiatan bertajuk ‘Rebranding Dukcapil Fasilitasi Dalam Pendaftaran Penduduk Melalui Layanan Jemput Bola di Daerah’, Teguh Setyabudi sempat memuji berbagai terobosan yang dilakukan Bupati Jember Muhammad Fawait yang mempermudah dan mendekatkan layanan publik ke masyarakat.

“Saya apresiasi luar biasa terkait inovasi layanan publik pelayanan dasar. Utamanya layanan Adminduk,” ujarnya.

Dijelaskan, pelayanan Adminduk mendasari semua pelayanan dokumen kependudukan. Diantaranya digunakan untuk keperluan perencanaan pembangunan maupun alokasi anggaran untuk masyarakat. Termasuk Adminduk diperlukan untuk penegakan hukum dan pencegahan kriminalitas.

Menurut Setyabudi, khusus Jember, berdasarkan data yang masuk, dari jumlah penduduk Jember, yang wajib e-KTP, sebanyak 97 persen penduduk Jember sudah melakukan perekaman e-KTP. “Tinggal 3 persen lagi,” ungkapnya.

Pihaknya yakin dengan berbagai inovasi yang dilakukan Bupati Fawait, sisa 3 persen tersebut bisa tuntas dilakukan. “Apalagi ada inovasi Peta Cinta,” tegasnya.

Dia menambahkan, pelayan Adminduk yang sudah didapatkan warga di kecamatan menunjukkan pemerintah hadir memenuhi hak dasar masyarakat.

Menariknya, dengan berbagai apa yang telah dilakukan Jember, pihaknya mendorong agar Jember melakukan digitalisasi bansos.

“Adminduk juga dibutuhkan dalam upaya Digitalisasi bansos yang sudah dilakukan di beberapa kabupaten. Jember biasa masuk digitalisasi bansos,” tambahnya.

Untuk menuju Digitalisasi Bansos, memang diperlukan komitmen kepala daerah karena perlu pendamping. “Karena rata-rata penerima bansos tidak punya handphone sehingga butuh pendamping,” ujarnya. Bahkan, pihaknya siap mendukung penuh Jember jika digitalisasi bansos ini akan dilakukan.

“Pemohon bansos bisa langsung daftar cukup lima menit karena akan terhubung datanya dan diketahui apakah layak menerima bansos,” ujarnya. Waktunya juga cukup cepat, hanya butuh waktu kisaran lima menit dengan digitalisasi bansos.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *