Daerah

Panen Tebu Bersama Gubernur Jatim, Sanusi Dorong Reformasi Budidaya untuk Percepat Swasembada Gula

38
×

Panen Tebu Bersama Gubernur Jatim, Sanusi Dorong Reformasi Budidaya untuk Percepat Swasembada Gula

Share this article
Panen Tebu Bersama Gubernur Jatim, Sanusi Dorong Reformasi Budidaya untuk Percepat Swasembada Gula
Bupati Malang, HM. Sanusi bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri kegiatan panen dan tanam tebu perdana Program Bongkar Ratoon di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (18/6/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Upaya memperkuat swasembada gula nasional tidak bisa hanya mengandalkan luas lahan dan tingginya produksi.

Pembenahan kualitas budidaya, peningkatan rendemen, hingga perlindungan terhadap hasil petani menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Panen dan Tanam Tebu Perdana Program Bongkar Ratoon di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (18/6/2026).

Dalam kegiatan yang dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Malang, HM. Sanusi tersebut, pemerintah daerah menunjukkan komitmen mendukung percepatan swasembada gula sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.

Bupati Malang HM. Sanusi menegaskan bahwa Kabupaten Malang memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra tebu di Jawa Timur. Berdasarkan data yang disampaikannya, luas lahan tebu di Kabupaten Malang mencapai 48.168 hektare dengan total produksi sekitar 4.294.426 ton.

Meski demikian, Sanusi mengingatkan bahwa besarnya produksi tidak otomatis memberikan keuntungan maksimal apabila kualitas tebu dan rendemennya belum optimal.

“Produktivitas harus dibarengi dengan penataan rendemen. Nilai tambah yang diterima petani tidak hanya ditentukan oleh banyaknya hasil panen, tetapi juga kadar gula yang dihasilkan,” ujarnya.

Menurut Sanusi, program bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan usaha tani. Ia berharap penggunaan bibit unggul dan pola budidaya yang lebih baik dapat meningkatkan daya saing sektor gula nasional.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai keberhasilan program swasembada gula membutuhkan sinergi dari hulu hingga hilir.

Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas petani melalui edukasi dan pendampingan menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan.

“Literasi kepada petani tebu sangat penting agar mereka memahami teknik budidaya yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen,” kata Khofifah.

Ia juga menyoroti pentingnya ketersediaan bibit berkualitas sebagai fondasi peningkatan produksi. Namun, menurutnya tantangan tidak berhenti saat panen selesai.

Khofifah mengingatkan perlunya komitmen semua pihak dalam menjaga tata niaga gula agar gula konsumsi hasil petani tidak harus bersaing dengan gula rafinasi di pasar. Persaingan tersebut dinilai dapat memengaruhi stabilitas harga dan pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan petani tebu.

“Pasca panen dan musim giling membutuhkan kebijakan yang berpihak kepada petani. Gula konsumsi jangan sampai harus bersaing dengan gula rafinasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama para pemangku kepentingan juga menyerahkan bantuan alat dan mesin produksi kepada kelompok tani tebu sebagai bentuk dukungan terhadap modernisasi sektor perkebunan.

Program bongkar ratoon yang dijalankan tahun ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan melalui peremajaan tanaman yang sudah menurun hasilnya.

Berdasarkan laporan panitia, Jawa Timur menargetkan perluasan program tersebut sebagai bagian dari strategi meningkatkan produksi tebu dan memperkuat pasokan gula nasional.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *